TENGGARONG – Keterbatasan pasokan listrik di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, segera mendapat solusi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
Infrastruktur tersebut telah rampung dibangun dan kini menunggu uji coba sebelum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama 24 jam.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto mengatakan, pembangunan PLTS komunal menjadi salah satu upaya meningkatkan akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar.
Selama ini, warga Desa Sepatin memanfaatkan tenaga surya pada siang hari, tetapi pemanfaatannya belum maksimal.
Sementara pada malam hari, masyarakat masih mengandalkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Kehadiran PLTS komunal diharapkan mengatasi keterbatasan tersebut setelah fasilitas siap beroperasi.
“Sekarang, pembangkit listrik tenaga surya komunalnya baru saja selesai dibangun. Insyaallah, mungkin akhir tahun ini atau awal tahun depan akan kita resmikan. Saat ini masih menunggu uji coba,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, penyediaan listrik di Desa Sepatin perlu menyesuaikan kondisi geografis wilayah yang terdiri atas desa induk, dusun, serta sejumlah permukiman yang terpisah di beberapa pulau.
Kondisi tersebut membuat pola penyediaan listrik perlu dirancang berdasarkan persebaran permukiman masyarakat.
Untuk permukiman yang berada dalam satu kelompok, penyediaan listrik direncanakan melalui pembangkit tenaga surya komunal.
Sementara permukiman yang terpisah akan dilayani menggunakan sistem tenaga surya secara berkelompok sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.
“Untuk permukiman yang berkelompok, nantinya akan dibangunkan pembangkit listrik tenaga surya komunal. Namun, untuk permukiman yang terpisah, akan diberikan tenaga surya secara berkelompok,” jelasnya.
Selain di Desa Sepatin, DPMD Kukar juga mencatat sejumlah desa yang telah mendapatkan instalasi listrik tenaga surya dan kini mampu menikmati listrik selama 24 jam.
Meski demikian, kapasitas daya di beberapa wilayah masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas listrik akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah.
Penambahan kapasitas diharapkan membuat fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk menunjang aktivitas warga.
“Beberapa desa yang kemarin kita pasangi listrik tenaga surya sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam. Namun, dari sisi kapasitas pemenuhan kebutuhan listriknya masih kurang. Jadi, jika nanti kita memiliki anggaran, akan kita tingkatkan lagi kapasitas daya listriknya,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar).






