TENGGARONG – Penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi menjadi salah satu fokus pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, mengatakan pemeriksaan dini penting karena sebagian faktor risiko penyakit dapat muncul tanpa disadari masyarakat.

“Cek kesehatan gratis itu tujuannya melakukan deteksi dini terhadap kasus-kasus penyakit, terutama penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi,” ujar Ismi saat diwawancarai awak media.

Melalui pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan dapat mengetahui sejumlah indikator awal, termasuk tekanan darah dan kadar gula darah.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai yang berada di atas kondisi normal, masyarakat dapat segera memperoleh edukasi sekaligus melakukan langkah pencegahan.

“Kalau secara dini ditemukan ada gejalanya atau ada indikator, misalnya gula darah tinggi atau tensinya tinggi, maka harapan kita pasien tersebut bisa melakukan upaya pencegahan,” katanya.

Pentingnya pemeriksaan dini juga terlihat dari hasil pelaksanaan CKG secara nasional.

Kementerian Kesehatan pada Agustus 2026 melaporkan, dari pemeriksaan ulang terhadap sekitar 9,2 juta peserta CKG, sekitar 1 juta orang yang sebelumnya tidak terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi kemudian diketahui mengalami hipertensi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa seseorang yang merasa sehat belum tentu terbebas dari faktor risiko penyakit tidak menular.

Kemenkes juga mencatat melalui pelaksanaan CKG bahwa masalah kesehatan berbeda pada setiap kelompok usia. Di antaranya, sekitar satu dari lima remaja yang diperiksa memiliki tekanan darah di atas normal, sedangkan sekitar 51 persen lansia yang diperiksa teridentifikasi mengalami hipertensi.
Karena itu, pada 2026 Kemenkes tidak hanya mengejar jumlah warga yang menjalani pemeriksaan, tetapi juga memperkuat tindak lanjut terhadap temuan hasil skrining.

Di Kukar, program tersebut dilaksanakan di seluruh puskesmas.
Sasaran CKG juga tidak terbatas pada masyarakat lanjut usia atau kelompok yang sudah memiliki keluhan penyakit.

“Dari bayi baru lahir, anak sekolah, usia dewasa sampai lansia. Jadi memang ada target kelompok-kelompok yang kita lakukan cek kesehatan gratis,” jelas Ismi.

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Deteksi dini, menurut Dinkes Kukar, dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk melakukan perubahan pola hidup sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.

Langkah tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan, menjaga aktivitas fisik, mengontrol berat badan, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Dengan CKG yang tersedia di seluruh puskesmas, Dinkes Kukar berharap kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika masyarakat sudah merasakan sakit, tetapi menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit sejak dini. (ADV/Diskominfo/Kukar).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version