TENGGARONG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami peningkatan saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah. Dinas Kesehatan Kukar mencatat kasus ISPA pada September 2026 telah berada di kisaran 10 ribu kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Muffidah, mengatakan kondisi asap hingga kini masih fluktuatif. Pada waktu tertentu udara terlihat lebih bersih, namun asap dapat kembali menebal.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

“Secara kasus ISPA memang meningkat cukup signifikan, terutama setiap bulan Agustus sampai September. Agustus ada sekitar 9 ribuan kasus, kemudian September ini ternyata sudah sekitar 10 ribuan kasus,” ujar Ismi saat diwawancarai awak media.

Menurut Ismi, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan ketika kondisi udara tidak banyak terpengaruh kabut asap.

Peningkatan kasus tersebut menjadi salah satu alasan Dinkes Kukar meminta masyarakat mengurangi paparan udara luar, terutama ketika kabut asap terlihat cukup tebal.

“Kalau tidak ada keperluan yang mendesak, mungkin tidak terlalu sering berada di luar rumah. Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker,” katanya.

Kondisi di Kukar berlangsung di tengah masih tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. BMKG dalam pemantauan hingga 27 September 2026 mendeteksi 255 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Pulau Kalimantan. Memasuki awal Oktober, BMKG juga menyebut kondisi atmosfer di sebagian wilayah Indonesia masih relatif kering sehingga potensi karhutla tetap perlu diwaspadai.

Kementerian Kesehatan sebelumnya juga mengingatkan bahwa asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, hingga iritasi mata dan kulit.

Ismi mengatakan Pemkab Kukar juga telah mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan kewaspadaan kesehatan akibat karhutla.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Dinkes Kukar berharap masyarakat tidak menganggap remeh keluhan pada saluran pernapasan selama kabut asap masih terjadi. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan disarankan apabila muncul gangguan yang tidak membaik.

Dengan kondisi asap yang masih naik-turun, kewaspadaan dinilai tetap diperlukan meski pada waktu tertentu udara terlihat lebih bersih. (ADV/Diskominfo/Kukar).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version