Kukar – Pengalaman kerja kerap menjadi “tembok pertama” yang menghadang lulusan baru ketika memasuki dunia kerja. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya meruntuhkan hambatan tersebut dengan mendorong sekitar 220 perusahaan lokal terlibat dalam Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan batch ketiga.
Kepala Disnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan perusahaan yang disasar merupakan perusahaan yang tercatat dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Permintaan dukungan kepada ratusan perusahaan tersebut telah disampaikan melalui surat Sekretaris Daerah sekitar tiga minggu sebelumnya. Upaya itu dilakukan agar jumlah penyelenggara magang di Kukar bertambah dan membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja lokal, khususnya lulusan baru diploma dan sarjana.
“Kami sudah melayangkan surat sekitar tiga minggu lalu melalui Sekretaris Daerah untuk meminta dukungan kurang lebih 220 perusahaan yang terdaftar di WLKP,” kata Dendy.
Dalam skema tersebut, perusahaan yang bergabung sebagai penyelenggara bertugas menyediakan mentor untuk mendampingi peserta serta konsumsi berupa makan siang. Sementara itu, uang saku peserta menjadi bagian yang ditanggung melalui Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan. Nilai uang saku disebut setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kutai Kartanegara.
Program magang berlangsung selama enam bulan. Pada bulan pertama, peserta mendapatkan pembekalan atau pelatihan. Setelah tahapan tersebut selesai, peserta menjalani magang selama lima bulan di perusahaan dengan pendampingan mentor. Selain pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikat pelatihan.
“Peserta magang tenaga kerja lokal terjamin BPJS Ketenagakerjaannya, mendapatkan sertifikat pelatihan, pengalaman kerja, uang saku senilai UMK dan makan siang,” jelasnya.
Menurut Dendy, program tersebut menjadi perhatian Disnaker Kukar karena persoalan minimnya pengalaman masih menjadi hambatan nyata bagi pencari kerja. Kondisi itu terutama dialami fresh graduate yang baru memasuki pasar kerja dan belum mempunyai rekam pengalaman profesional yang kerap dipersyaratkan perusahaan.
Temuan tersebut terlihat dari evaluasi pelaksanaan Job Fair pada Senin (13/7/2026) hingga Selasa (14/7/2026). Disnaker Kukar mengidentifikasi banyak lulusan baru tidak dapat melanjutkan proses rekrutmen ke tahap berikutnya karena belum memiliki pengalaman kerja.
“Kenapa ini kami push dan kami kawal? Pada saat Job Fair tanggal 13 dan 14 Juli kemarin, dari evaluasi kami teridentifikasi banyak fresh graduate yang gagal di tahapan selanjutnya karena tidak memiliki pengalaman kerja. Dengan magang ini, gap pengalaman kerja itu bisa teratasi,” ujarnya.
Program Magang Nasional tersebut terutama diarahkan kepada lulusan diploma maupun sarjana dengan batas maksimal satu tahun setelah kelulusan. Dengan mengikuti program selama enam bulan, lulusan baru diharapkan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga mengenal lingkungan, pola kerja, disiplin, dan tuntutan profesional di perusahaan.
Pada batch kedua, jumlah perusahaan penyelenggara di Kukar masih terbatas. Dendy menyebut hanya ada lima penyelenggara dengan sekitar 20 posisi magang yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi alasan Disnaker mendorong keterlibatan perusahaan dalam jumlah yang jauh lebih besar pada batch ketiga.
Disnaker Kukar pun membuat simulasi potensi kesempatan kerja apabila setidaknya separuh dari sekitar 220 perusahaan yang disurati bersedia berpartisipasi. Dengan asumsi sekitar 100 perusahaan menyediakan masing-masing lima posisi magang, sedikitnya 500 kesempatan dapat tersedia bagi tenaga kerja lokal.
“Kalau tidak semuanya, 50 persen saja berarti sekitar 100 perusahaan. Kalau satu perusahaan menyediakan lima posisi, sudah ada 500 kesempatan untuk tenaga kerja lokal,” katanya.
Besarnya potensi tersebut membuat keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Program magang juga dapat menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk membangun pengalaman sebelum mengikuti proses rekrutmen reguler di berbagai perusahaan.
Disnaker Kukar berharap dukungan perusahaan pada batch ketiga meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Semakin banyak perusahaan yang membuka pintu magang, semakin besar pula peluang fresh graduate Kukar mendapatkan bekal pengalaman yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja.
Dengan mendorong keterlibatan ratusan perusahaan, pemerintah daerah ingin menjadikan program magang bukan sekadar pelatihan sementara, melainkan jalan bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh pengalaman profesional, memperkuat kompetensi, dan memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan setelah program berakhir.
(ADV/Kukar/Diskominfo).
