Makasar— Organisasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) secara resmi terbentuk untuk periode 2024-2027. Pelantikan pengurus DMDI Sulsel berlangsung di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (13/12/2024) kemaren. Dr. Jufri Rahman, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, didapuk sebagai ketua organisasi ini.
Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DMDI Indonesia, Datuk H. Said Aldi Al Idrus. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Sulsel yang menyambut dengan antusias kehadiran DMDI sebagai organisasi yang berperan dalam pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Fokus pada Kemanusiaan dan Kepentingan Umat
Dalam pidato pelantikannya, Dr. Jufri Rahman menyampaikan bahwa pembentukan DMDI Sulsel merupakan langkah awal dari tanggung jawab besar untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar organisasi ini tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan aktif bekerja demi kepentingan umat.
“Pengurus di DMDI ini, Insha Allah, adalah orang-orang yang selesai dengan dirinya. Artinya, mereka siap berpikir dan bekerja untuk kemaslahatan organisasi serta kepentingan kemanusiaan,” ujar Jufri.
Jufri menekankan pentingnya menunjukkan eksistensi DMDI Sulsel melalui program-program konkret yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat, terutama dalam aspek sosial dan budaya. Kita wajib bekerja untuk rakyat,” tambahnya.
Menguatkan Budaya Melayu dan Nilai Keislaman
Selain fokus pada kemanusiaan, Dr. Jufri juga menyoroti pentingnya peran DMDI dalam menjaga identitas budaya Melayu dan memperkokoh nilai-nilai Islam. Ia menyebut prinsip “Takkan Melayu Hilang di Bumi” sebagai landasan dalam memperkuat hubungan antaranggota masyarakat Melayu, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“DMDI hadir untuk menyatukan rumpun keluarga Melayu yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran organisasi ini sangat strategis untuk menjaga warisan budaya Melayu dan memperkuat semangat keislaman di tengah tantangan globalisasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel mendukung penuh berbagai inisiatif DMDI yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkokoh persatuan, dan memajukan peradaban Islam di Sulawesi Selatan.
Potensi Sulsel Sebagai Pusat Peradaban Islam-Melayu
Ketua Umum DMDI Indonesia, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sulsel memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam-Melayu. Ia menilai posisi Sulsel strategis untuk menjembatani hubungan internasional antara masyarakat Islam dari berbagai negara anggota DMDI.
“Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang yang kaya akan budaya Melayu-Islam. Melalui DMDI, kita dapat memanfaatkan potensi ini untuk memajukan pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat. Bahkan, kita bisa bekerja sama untuk mengirim mahasiswa ke luar negeri guna memperluas wawasan dan pengalaman mereka,” jelas Said Aldi.
Ia juga menekankan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu dan Islam Sulsel ke dunia internasional. “Kita ingin menjadikan Sulsel sebagai pintu gerbang hubungan budaya Islam-Melayu antara negara-negara anggota DMDI. Ini peluang besar untuk mempererat persaudaraan global,” tambahnya.
Pelantikan Bersejarah di Sulsel
Setelah acara pelantikan, pengurus baru DMDI Sulsel mengabadikan momen bersejarah ini dengan berfoto bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Mereka juga melanjutkan sesi foto di depan Masjid 99 Kubah Makassar, salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sulsel.
Pelantikan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Banyak yang berharap agar organisasi ini dapat segera merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi panutan bagi organisasi lain dalam menunjukkan kontribusi nyata.
Langkah Awal Menuju Masa Depan
Dalam waktu dekat, DMDI Sulsel akan segera menyusun program kerja yang fokus pada pemberdayaan pendidikan, pelestarian budaya Melayu, dan kegiatan kemanusiaan. Program-program ini akan dirancang agar relevan dengan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan visi dan misi DMDI.
“Ini adalah awal dari perjalanan besar untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berbudaya. Kami ingin DMDI Sulsel menjadi panutan dalam memberikan manfaat nyata kepada umat,” tutup Jufri.




