Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Rabu, 9 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    DPRD Kukar Lutfi24 Juli 20261,972

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Kukar – Dialog menjadi jembatan yang diharapkan mampu meredam berbagai persoalan di tengah masyarakat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kutai Kartanegara yang membahas keluhan warga terkait kesempatan kerja bagi tenaga lokal serta dugaan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan batu bara di Desa Bukit Pariaman dan Desa Separi, Rabu (22/7/2026).

    Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kutai Kartanegara, Agustinus, didampingi anggota Komisi I HM. Jamhari dan Sugeng Haryadi. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), perusahaan pertambangan, pemerintah desa, perwakilan masyarakat, hingga Forum Pemerhati Lingkungan setempat. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang berkembang di lapangan.

    Dalam pembahasannya, Anggota DPRD Kutai Kartanegara HM. Jamhari menyampaikan terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian masyarakat. Pertama, mengenai proses rekrutmen tenaga kerja lokal yang dinilai masih perlu ditingkatkan, termasuk harapan agar perusahaan memberikan pelatihan keterampilan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat Desa Bukit Pariaman. Kedua, terkait dugaan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan warga Desa Separi akibat aktivitas pertambangan batu bara.

    “Kadang-kadang komunikasi dengan perusahaan juga tidak mudah. Ketika komunikasi terhambat, akhirnya muncul berbagai dugaan dan prasangka di tengah masyarakat. Karena itu diperlukan komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif agar setiap persoalan bisa diselesaikan bersama,” ujar HM. Jamhari.

    Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci untuk mencegah munculnya kesalahpahaman. Ia menilai berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah apabila seluruh pihak bersedia membangun dialog yang konstruktif dan saling terbuka.

    Meski menyoroti sejumlah persoalan, Jamhari menegaskan DPRD Kutai Kartanegara tetap mendukung iklim investasi di daerah. Menurutnya, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Namun, seluruh aktivitas usaha harus tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, memperhatikan aspek lingkungan, serta mengedepankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

    Ia juga berharap persoalan yang muncul di lapangan tidak selalu harus diselesaikan melalui forum DPRD. Apabila komunikasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga berjalan dengan baik, berbagai permasalahan dapat ditangani lebih cepat tanpa memicu konflik yang berkepanjangan.

    Dalam kesempatan itu, Jamhari mengungkapkan bahwa dari lima perusahaan tambang yang sebelumnya beroperasi di wilayah tersebut, kini hanya satu perusahaan yang masih aktif menjalankan kegiatan operasional. Kondisi industri pertambangan yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi aktivitas perusahaan, termasuk dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan tambang.

    Karena itu, ia berharap hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat dapat terus dipelihara. Dengan komunikasi yang lebih baik, perusahaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui penyerapan tenaga kerja lokal, pelaksanaan program CSR, serta kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka sehingga setiap persoalan dapat dicari jalan keluarnya melalui dialog dan musyawarah demi terciptanya iklim investasi yang sehat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang
    Next Article Bupati Kukar Lantik 43 Pejabat, Resmikan PRAKTIS untuk Perkuat Disiplin ASN

    Related Posts

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    DPRD Kukar Soroti Kepastian HGU PT Kalpataru

    28 Agustus 2026

    Komisi I DPRD Kukar Sidak TPA Bekotok, Minta Pembangunan dan Rencana Produksi Gas Metana Dipercepat

    28 Agustus 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026

    Bupati Subandi Minta P2CKTR Perkuat Layanan dan Inovasi

    2 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.