TENGGARONG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) menyusuri wilayah laut untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat di pelosok.

Melalui pelayanan jemput bola yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, petugas akan mendatangi Desa Persiapan Tanjung Berukang, Kecamatan Anggana, yang memiliki akses terbatas menuju pusat pelayanan.

Plt Kepala Disdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto, mengatakan pelayanan tersebut merupakan bagian dari program andalan yang dijalankan bersama Kecamatan Anggana.

Sasarannya adalah masyarakat di desa-desa kawasan pesisir dan laut yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen kependudukan.

Kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Untuk mencapai pusat pelayanan, perjalanan menggunakan speedboat dapat memakan waktu sekitar dua jam.

Biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat pun bisa mencapai jutaan rupiah.

“Perjalanan menggunakan speedboat saja bisa memakan waktu sekitar dua jam. Bayangkan jika masyarakat harus mengurus KTP atau akta ke kantor kecamatan secara mandiri, biaya transportasinya bisa mencapai Rp1,5 juta,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (15/10/2026).

Melalui pelayanan terpadu ini, Disdukcapil Kukar akan mendatangi langsung lokasi warga agar pengurusan dokumen kependudukan lebih mudah dijangkau.

Masyarakat dapat berkumpul di satu titik sehingga kebutuhan administrasi mereka bisa dilayani sekaligus.

“Karena itu, kami merasa lebih baik petugas yang datang langsung ke lokasi. Masyarakat bisa dikumpulkan di satu tempat, kemudian berbagai keperluan dokumen kependudukan mereka diproses sekaligus dengan lebih mudah,” jelasnya.

Iryanto menyebutkan, pelayanan tersebut direncanakan berlangsung secara berkala untuk menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat Kecamatan Anggana.

Desa Persiapan Tanjung Berukang menjadi salah satu sasaran karena letaknya yang berada di kawasan laut.

Untuk mendukung kegiatan itu, Disdukcapil Kukar juga menjajaki dukungan sarana transportasi, termasuk kemungkinan bantuan speedboat dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Ketersediaan armada menjadi salah satu faktor penting untuk menjangkau wilayah yang tidak mudah diakses melalui jalur darat.

Iryanto berharap pelayanan langsung tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan tanpa harus menghadapi kendala perjalanan yang panjang dan biaya transportasi yang besar.

“Wilayah yang kami layani mencakup desa-desa di kawasan laut. Tanjung Berukang sendiri merupakan salah satu sasaran pelayanan karena lokasinya cukup jauh, sehingga kami ingin memastikan masyarakat di wilayah pelosok tetap mendapatkan pelayanan secara maksimal,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version