Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Nasional dexpert14 Mei 20230

    Gairahkan Petugas Haji: Kompetensi Kunci untuk Kesuksesan

    Dalam merekrut petugas haji, Kementerian Agama dan organisasi-organisasi Islam harus memprioritaskan individu yang memiliki kompetensi dan keikhlasan dalam melayani jamaah.
    Ilustrasi Ibadah Jamaah Haji
    Ilustrasi Ibadah Jamaah Haji (.inet)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Jakarta – Ismed Hasan Putro, Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), peningkatan jumlah petugas haji menjadi sangat penting terutama untuk memastikan adanya petugas haji perempuan yang dapat membimbing dan melayani jamaah haji perempuan, serta petugas haji yang dapat membantu dan memandu jamaah yang lanjut usia.

    Hal ini lantaran semakin meningkatnya jumlah jamaah haji pada 2023 khususnya jamaah lansia setelah mendapat prioritas untuk berangkat pada penyelenggaraan haji 2023  sebagai dampak tertundanya pelaksanaan penyelenggaraan haji saat musim pandemi covid-19.

    “Hemat saya, mendesak bagi pemerintah meningkatkan jumlah petugas haji perempuan yang memang memiliki keterampilan dan kesabaran yang prima untuk melayani jamaah perempuan. Lalu harus menyiapkan tenaga medis perawatan untuk jamaah lansia. Mereka membutuhkan pendekatan dan perawatan yang membuat mereka nyaman,” kata Ismed

    Melayani Jamaah Haji dengan Komprehensif

    Menurut Ismed petugas haji laki-laki untuk melayani jamaah laki-laki, petugas haji perempuan untuk melayani jamaah perempuan, atau pun petugas haji yang khusus untuk melayani lansia, harus benar-benar memberikan bimbingan, pendampingan dan pelayanan terhadap para jamaah.

    Karena itu Ia menekankan agar dalam perekrutan petugas haji, Kementerian Agama beserta organisasi-organisasi Islam dan lembaga yang diminta untuk mendelegasikan orang sebagai petugas haji agar mengutamakan orang-orang yang memiliki kompetensi sekaligus keikhlasan dalam memberikan pelayanan pada jamaah.

    Sebab menurutnya selama ini banyak para jamaah haji yang mengeluh lantaran petugas haji yang tidak profesional dalam membimbing dan melayani jamaah haji selama berada di tanah suci. Banyak jamaah haji yang mengeluh lantaran petugas haji lebih sibuk dengan aktivitas ibadah hajinya sendiri dibanding mengurusi jamaah haji.

    “Kemenag harus lebih selektif. Petugas haji harus punya kompetensi, jangan sampai mereka sibuk ibadah, mengejar target sebagai haji. Ini yang sering dikeluhkan jamaah,” tambahnya.

    Petugas Haji Harus Bisa Membimbing Terkait Ibadah Haji

    Menurutnya petugas haji harus mempunyai kemampuan membimbing terkait ibadah haji, mampu menunjukan tempat-tempat yang dibutuhkan jamaah, memahami obat-obatan yang akan digunakan jamaah, serta memiliki kecakapan dalam melakukan pendekatan pada jamaah secara psikologis.

    Karena itu ia berpendapat solusinya agar Kemenag dapat memfasilitasi pelatihan kepada petugas haji yang telah direkomendasikan oleh ormas atau lembaga. Para petugas haji tersebut dapat dilatih beberapa bulan oleh para mentor profesional dari lembaga-lembaga pelatihan pelayanan seperti lembaga Caregiver dan lainnya.

    “Solusinya adalah perwakilan dari ormas itu diberikan pelatihan dari lembaga profesional yang terkait dengan pelayanan tadi. Sehingga petugas haji itu punya skill dasar dan pemahaman melayani jamaah lansia, melayani jamaah perempuan, melayani jamaah laki-laki,” katanya.

    Selain itu Kemenag juga dalam merekrut petugas haji seperti untuk melayani lansia dapat bekerjasama dengan lembaga pelatihan keterampilan perawatan lansia, sehingga yang menjadi petugas haji bagi jamaah haji lansia adalah yang telah terlatih menangani lansia.

    Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Info Haji 2023 Ismed Hasan Putro
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMenggali Keabadian: Pelatihan Mendalam Manasik Haji
    Next Article Presiden Jokowi Belum Putuskan Nama Capres-Cawapres 2024

    Related Posts

    Syukuran Pangkat dan Halal Bihalal Lemasmil III Penuh Kekeluargaan

    11 April 2025

    PJS Sultra Makin Perkuat Eksistensi Media Siber di Daerah

    20 Desember 2024

    Semangat Ciptakan Wartawan Profesional di HUT ke-2 PJS

    27 Mei 2024

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.