Kukar – Dalam suasana penuh kehangatan Ramadan, anggota DPRD Kutai Kartanegara, Hamdiah Z, menegaskan pentingnya menjadikan Gerakan Etam Mengaji (Gema) sebagai rutinitas harian anak-anak Kukar. Ia menyebut, kebiasaan membaca Al-Qur’an bukan hanya mendidik spiritual, tetapi juga membentuk karakter unggul dan produktif di masa depan.
Pernyataan ini disampaikan Hamdiah saat menggelar acara buka puasa bersama konstituennya di daerah pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, dan Samboja Barat, menjelang akhir Ramadan 1446 H. Ia menyebut program Gema sebagai salah satu program unggulan Kukar yang patut dijaga kesinambungannya.
“Program Kukar Idaman melalui Gerakan Etam Mengaji sangat penting bagi masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan minat anak-anak dalam mengaji dan memahami Al-Qur’an,” kata Hamdiah.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdiah menghadirkan enam anak pesantren penerima beasiswa Kukar Idaman yang merupakan penghafal Al-Qur’an. Mereka kini melanjutkan pendidikan di luar daerah, termasuk di Pulau Jawa, sebagai bukti nyata hasil dari implementasi program Gema.
Hamdiah, yang duduk di Komisi IV DPRD Kukar yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan keagamaan, juga mengajak pihak-pihak terkait seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Baznas di tingkat kecamatan dan desa, untuk turut andil menyukseskan gerakan ini.
Ia menilai, sinergi antar lembaga sangat penting agar program ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sekolah hingga pondok pesantren. Fokusnya adalah menumbuhkan semangat anak usia dini dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
“Gemar mengaji membentuk karakter baik dan meningkatkan pemahaman ajaran Islam. Ini adalah langkah awal untuk mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia,” tegas Hamdiah menutup pernyataannya.
Gerakan Etam Mengaji pun dipandang bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi penerus Kukar yang unggul dari segi spiritual dan moral.


