Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Dini1 Maret 20241

    Harga Beras Melonjak, Anggota DPRD Kaltim Kritik Pemerintah

    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Samarinda – Di tengah situasi ekonomi yang kian sulit akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga beras di Kalimantan Timur (Kaltim) justru mengalami lonjakan signifikan. Hal ini tentu saja menambah beban masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

    Menanggapi situasi ini, Encik Wardani, anggota Komisi II DPRD Kaltim, angkat bicara. Ia mengkritik pemerintah yang dianggapnya kurang tanggap dalam mengatasi permasalahan ini.

    “Di saat harga-harga barang lain sudah naik karena imbas kenaikan BBM, mustinya pemerintah bisa menekan kenaikan harga beras dengan solusi-solusi terbaik,” tegas Encik Wardani.

    Menurut Encik, kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kaltim, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berkurangnya produksi padi akibat musim kemarau panjang, dan juga biaya produksi yang semakin tinggi.

    “Pemerintah harus segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini,” kata Encik. “Jangan sampai masyarakat semakin terbebani dengan harga-harga kebutuhan pokok yang terus-menerus naik.”

    Encik pun menawarkan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Di antaranya, pemerintah perlu memberikan subsidi kepada petani agar biaya produksi padi bisa ditekan. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras di pasaran.

    “Pemerintah harus bergerak cepat dan tepat sasaran dalam mengatasi permasalahan ini,” ujar Encik. “Jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban.”

    Kenaikan harga beras ini tentu saja berdampak besar pada kehidupan masyarakat. Banyak warga yang mengeluhkan kesulitannya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

    “Harga beras naik terus, sedangkan gaji kami tidak naik,” keluh seorang warga Samarinda. “Bagaimana kami bisa hidup kalau begini terus?”

    Warga berharap pemerintah dapat segera mengatasi permasalahan ini agar harga beras kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi Kunjungi Kaltim Mercure Samarinda Jadi Pilihan
    Next Article Program Sektor Pendidikan Rendi Solihin Harap Siswa Kompetitif

    Related Posts

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Dukungan Program MBG Menguat, Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai

    30 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.