Samarinda – Reses masa sidang II tahun 2023 oleh Anggota DPRD Kaltim, Harun Ar Rasyid menjelajahi 17 titik di wilayah Bontang, Kutim, dan Berau, menggali aspirasi serta permasalahan masyarakat setempat.
“Mulai dari Bontang, lanjut ke Km 18, Km 5, Teluk Pandan, Sangata Utara, Sangata Selatan, Rantau Pulung, Biduk, Labuan Cermin, Batu Putih, Tali Sayan, Buyung-Buyung, Bangun dan Gurimbang,” ungkap Harun.
Menurutnya, aspirasi yang terjaring, antara lain bantua untuk nelayan, seperti perahu, mesin tempel kapal dan jaring penangkap ikan. Sedangkan pada infrastruktur mereka mengeluhkan perbaikan jalan, drainase, penghalang abrasi.
“Untuk petani ada yang kesulitan pupuk sampai dengan benih padi yang unggul,” terangnya.
Namun, fakta mengejutkan muncul di tengah perjalanan reses di desa Buyung-Buyung kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur., di mana masyarakat melaporkan masalah serius yang mengancam mata pencaharian utama mereka: gagal panen tahun 2023.
“Yang menarik di Buyung-Buyung masyarakat mengadukan adanya gagal panen di tahun 2023 ini,” ungkap Politisi PKS ini.
Dalam pertemuan dengan masyarakat setempat, Harun Ar Rasyid menjelaskan bahwa penyebab utama gagal panen ini adalah bantuan bibit padi yang diterima dari Pemerintah Provinsi Kaltim, yang ternyata bukan bibit unggul. Hasil panen yang biasanya mencapai 3 ton per hektar, tahun ini hanya menghasilkan maksimal 500 kg saja, bahkan ada yang hanya mampu mengumpulkan 3 karung atau sekitar 120 kg. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi para petani di daerah tersebut.
“Penyebabnya antar lain karena bantuan bibit padi yang diterima dari provinsi Kaltim, bukan bibit unggul. Hasil panen yang normalnya 1 hektar menghasilkan 3 ton, tahun ini maksimal hanya 500 kg. bahkan ada yang hanya 3 karung saja atau kurang lebih 120 kg. Jadi boleh dikatakan panen tahun gagal berat,” terang Harun.
Dalam penjelasannya, Harun Ar Rasyid menjelaskan bahwa kegagalan panen ini telah menghadirkan sejumlah tantangan ekonomi bagi masyarakat Buyung-Buyung. Mata pencaharian utama yang bergantung pada hasil pertanian mereka kini terancam, mengingat hasil panen yang minim tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi mencukupi kebutuhan pasar.
Gagal panen di Buyun-Buyung menjadi sorotan tajam dalam rangkaian reses Anggota DPRD Kaltim Harun Ar Rasyid. Pada akhir reses, Harun Ar Rasyid berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakatnya di tingkat legislatif, serta membangun sinergi dengan pemerintah dalam mencari solusi nyata bagi para petani yang sedang menghadapi tantangan serius ini.




