Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Kukar Raih TPID Award 2026, Buah Kerja Pengendalian Inflasi di Era Aulia-Rendi

    24 September 2026

    Ahmad Yani Besaprah, Tradisi Makan Bersama yang Harus Terus Dilestarikan

    24 September 2026

    KUA-PPAS 2027 Disepakati Rp5,4 Triliun, Masih Menanti Dana Kurang Salur Rp2,2 Triliun

    24 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 25 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pendidikan Alawi Mohammad9 Agustus 20263,808

    Pelatihan Mushaf Qur’an Isyarat Jadi Jalan Tunarungu Sampang Lebih Dekat dengan Al-Qur’an

    pelatihan Mushaf Isyarat Qur'an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kemenag RI.
    pelatihan Mushaf Isyarat Qur'an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kemenag RI.
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sampang – Keterbatasan pendengaran tak harus menjadi tembok dalam mempelajari Al-Qur’an. Semangat itu terlihat saat puluhan penyandang tunarungu di Kabupaten Sampang mengikuti pelatihan Mushaf Qur’an Isyarat yang menghadirkan metode belajar melalui gerakan tangan dan bahasa isyarat.

    Pelatihan tersebut diselenggarakan Komunitas Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sampang di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang pada Sabtu (8/8/2026). Mengusung tema “Membuka Pintu Cahaya Al-Qur’an Tanpa Suara”, kegiatan itu bertujuan memperluas kesempatan penyandang disabilitas pendengaran untuk mengenal dan membaca Al-Qur’an menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Sejumlah unsur pemerintah dan lembaga turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, Camat Sampang, perwakilan Disperinaker, Baznas, serta Ustadzah Maskurun yang hadir sebagai pemateri Mushaf Isyarat Qur’an dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI.

    Maskurun menjelaskan bahwa metode mushaf isyarat dapat membantu penyandang tunarungu memahami huruf hijaiyah melalui gerakan tangan. Cara tersebut diharapkan membuat proses belajar membaca Al-Qur’an menjadi lebih cepat dan mudah dibandingkan metode pembelajaran yang tidak dirancang khusus bagi penyandang gangguan pendengaran.

    “Pelatihan ini sangat penting, karena banyak yang ingin membaca Alqur’an tapi tidak bisa belajar, jadi melalui isyarat Hijaiyah tangan ini semoga bisa cepat untuk membaca Alqur’an,” jelasnya.

    Menurutnya, keberadaan metode Al-Qur’an isyarat menjadi salah satu terobosan dalam memperluas pendidikan agama bagi kelompok disabilitas. Selama ini, akses pembelajaran Al-Qur’an bagi tunarungu masih memerlukan metode khusus, tenaga pendamping, serta fasilitas yang mendukung komunikasi visual.

    Maskurun berharap Pemerintah Kabupaten Sampang dapat terus memberikan dukungan agar pelatihan serupa tidak berhenti pada satu kegiatan. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memperluas jangkauan program sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih banyak bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus.

    “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat membuka wawasan saudara-saudara tunarungu agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi Qurani yang meneladani jalan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

    Selain memberikan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an melalui isyarat, kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang kesetaraan dalam memperoleh pendidikan agama. Penyandang disabilitas, termasuk tunarungu, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembelajaran dan memahami nilai-nilai keagamaan.

    Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat penyandang disabilitas.

    “Secara pribadi saya bahagia dan bersyukur bisa memfasilitasi temen-temen tunarungu dan saudara saudara disabilitas di kabupaten Sampang. Kami mempersilahkan untuk memberikan ruangan, bangunan, atau tempat dalam kegiatan pelatihan ini,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa fasilitas publik di daerah diharapkan semakin terbuka bagi aktivitas penyandang disabilitas. Ketersediaan ruang, pendampingan, dan metode pembelajaran yang mudah diakses menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif.

    Ahmad Mahfudz juga mengingatkan para penyandang disabilitas agar tetap percaya diri dan tidak menjadikan kondisi fisik sebagai penghalang untuk berkembang. Setiap orang, menurutnya, memiliki kemampuan dan keistimewaan yang berbeda.

    “Saya yakin teman-teman semua mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki orang lain. Jangan pernah berkecil hati dengan apa yang ada pada diri sendiri, mungkin di satu sisi kita memiliki kekurangan, tetapi di sisi lain akan ada kelebihan,” pesannya.

    Pesan itu sekaligus menjadi dorongan agar penyandang tunarungu dan kelompok disabilitas lainnya memiliki ruang yang semakin luas dalam kehidupan sosial maupun keagamaan. Kehadiran mereka dalam kegiatan pendidikan agama juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan yang setara kepada seluruh lapisan masyarakat.

    Pelatihan Mushaf Qur’an Isyarat di Sampang pada akhirnya bukan sekadar kegiatan belajar membaca huruf hijaiyah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perluasan akses pendidikan agama bagi penyandang tunarungu sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dapat disampaikan melalui metode yang adaptif terhadap kebutuhan setiap individu.

    Gerkatin Sampang LPMQ Kemenag Mushaf Isyarat Tunarungu Sampang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleImam Abdurachman Nahkodai Genpro Kaltim, Fokus Perkuat Ekosistem Usaha
    Next Article Moch. Gati Dilaporkan Dugaan Penipuan, Kuasa Hukum Tegaskan Perkara Berawal dari Sengketa Perdata

    Related Posts

    Tindak Lanjuti Aspirasi Guru Al-Qur’an, Rumah Aspirasi Firnadi Ikhsan Fasilitasi Diklat Tilawati untuk Tingkatkan Kompetensi Pengajar di Kembang Janggut

    14 September 2026

    Dr. Yessi Herlina Dorong Kepala Sekolah Jadi Agen Perubahan untuk Membangun Pendidikan Berkarakter

    31 Agustus 2026

    Jumat Bersih Satukan Keluarga Besar SMANSATARA

    31 Juli 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Kukar Raih TPID Award 2026, Buah Kerja Pengendalian Inflasi di Era Aulia-Rendi

    24 September 2026

    Ahmad Yani Besaprah, Tradisi Makan Bersama yang Harus Terus Dilestarikan

    24 September 2026

    KUA-PPAS 2027 Disepakati Rp5,4 Triliun, Masih Menanti Dana Kurang Salur Rp2,2 Triliun

    24 September 2026

    Beseprah Erau 2026, Sekretariat DPRD Kukar Dorong Semangat Pelayanan kepada Masyarakat

    24 September 2026

    Beseprah Erau 2026, Raja Menjamu Rakyat dan Perkuat Kebersamaan

    24 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.