Mojokerto – Video Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria ancam tangkap pengunjung sidang beredar luas di media sosial.
Video tersebut diunggah akun TikTok @sekilasmedia.com. Dalam video tersebut AKBP Wiwit mengancam akan menangkap pengunjung yang membuat keributan.

“Siapa ini yang bikin ribut? Saya yang nangkap. Ayo, keluar dulu,” ungkap AKBP Wiwit dalam video tersebut.
Tak hanya itu, AKBP Wiwit juga tegas menyuruh siapa saja yang tidak berkepentingan untuk keluar dari ruang sidang.

“Yang tidak berkepentingan, keluar. Atau saya sendiri yang menangkap kamu semua nanti,” tegas AKBP Wiwit.

Vonis Pembunuhan Anak Ricuh, AKBP Wiwit Adisatria Ancam Tangkap Pengunjung Sidang
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria
Selain itu, AKBP Wiwit menambahkan agar pengunjung tidak melakukan upaya intervensi hukum. Bahkan, AKBP Wiwit sempat berdebat dengan orang tua korban, AU.

“Saya yang menangkap, saya perhatian sama anak saudara. Makanya saya ungkap,” kata AKBP Wiwit kepada AU.

Video viral Kapolres Mojokerto kota marah di persidangan membuat heboh masyarakat. Peristiwa itu segera mengundang beragam reaksi dari berbagai pihak, salah satunya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto saat ditemui pada hari Minggu (16/7/2023).

Tsabit Ikhmaddi selaku Ketua Umum terpilih HMI Cabang Mojokerto juga memberikan sebuah reaksi terhadap viralnya video tersebut.

Pihaknya meyanyangkan sikap pimpinan aparat keamanan di tingkat Kabupaten/kota yang terlihat reaksional dan tidak tenang dalam menghadapi permasalahan.

“Itu video viral yakni kapolres kita yang marah, ya kita sangat meyanyangkan, masa seorang pimpinan aparat keamanan saja tidak punya kontrol emosi yang cukup? terlalu reaksional dan tidak tenang kalo kita lihat”.

Saat ditemui di sekretariat organisasi HMI, Tsabit juga menyoroti permasalahan yang pelik tersebut. Dimana kasus yang terjadi memang tergolong pidana berat,api pelakunya masih dibawah umur yang pastinya akan menimbulkan reaksi dari pihak korban.

“Sudah jelas tingkat pidananya berat, tapi mau bagaimana lagi ini masih dibawah umur. Ketidakpuasan keluarga juga harusnya bisa diantisipasi, masa yang begitu gak bisa diperkirakan,” kata Tsabit.

Menurut Tsabit, ini merupakan kritik yang jelas dan harus diperhatikan untuk menjadi contoh anggota dibawahnya, agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

“Yang jelas ini harus diperbaiki tentang adab dan etika bermasyarakat. Kalo dicontoh anggotanya bagaimana? Untuk melaksanakan tugas fungsi tentu saya harap pak kapolres memakai kepala dingin lah, anggota kan pasti melihat pimpinannya,” tutup Tsabit.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version