Kukar – Di tengah rimbunnya pepohonan dan jernihnya air Sungai Mariam, Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat sebuah desa yang menyimpan keunikan dalam budidaya ikannya. Desa Mariam, Kecamatan Anggana, terkenal dengan papan empangnya yang tahan lama, bahkan mampu bertahan hingga puluhan tahun.

Rahasia ketahanan papan empang di Sungai Mariam terletak pada material dan cara pembuatannya yang unik. Fandi, salah satu warga Mariam, mengungkapkan bahwa mereka menggunakan epofill untuk menyekat kayu saat membuat empang. Epofill adalah bahan perekat yang terbuat dari resin epoksi dan pengeras, yang terkenal dengan kekuatan dan ketahanannya terhadap air.

Penggunaan epofill ini berbeda dengan metode tradisional yang biasanya menggunakan tanah liat atau semen untuk menyekat kayu. Tanah liat dan semen rentan terhadap keretakan dan kebocoran, sehingga papan empang perlu diperbaiki secara berkala.

“Dengan menggunakan epofill, papan empang menjadi lebih kokoh dan tahan lama,” ujar Fandi.

“Bahkan, empang yang dibuat puluhan tahun lalu masih bisa digunakan hingga sekarang,” imbuhnya.

Keunikan papan empang di Sungai Mariam tidak hanya terletak pada materialnya, tetapi juga pada cara pembuatannya. Para warga di sana memiliki keahlian khusus dalam menyusun dan menyekat kayu dengan epofill.

“Membuat papan empang dengan epofill tidak membutuhkan keahlian khusus,” jelas Fandi. “Kita hanya benar-benar teliti dalam menyusun dan menyekat kayu agar tidak ada celah yang bocor.”

Ketahanan papan empang di Sungai Mariam membawa manfaat besar bagi para pembudidaya ikan di sana. Empang yang tahan lama berarti mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan secara berkala. Hal ini tentunya meningkatkan keuntungan mereka dari hasil panen ikan.

Keunikan papan empang di Sungai Mariam merupakan contoh nyata dari kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ketahanan dan keunikan papan empang ini tidak hanya bermanfaat bagi para pembudidaya ikan, tetapi juga menambah penghasilan masyarakat.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version