Samarinda – “Peta jalan” menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mulai dipertegas. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur membahas empat agenda penting dalam rapat persiapan Porprov di Kantor KONI Kaltim, Senin (5/10/2026), dengan persoalan kepesertaan dan batas usia atlet menjadi bagian yang mendapat perhatian.

Ketua KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, mengatakan empat agenda yang dibahas mencakup kepesertaan Porprov, ketentuan batas usia atlet, masuknya cabang olahraga baru, serta penetapan jadwal pelaksanaan. Dua cabang baru, yakni Padel dan Olahraga Domino (Orado), turut masuk pembahasan dan direncanakan tampil dengan status eksibisi.

“Empat agenda pembahasan tadi, yang pertama kepesertaan, kemudian batas usia, penambahan cabang olahraga baru di KONI, yaitu Padel dan Orado, dan yang keempat penetapan tanggal Porprov,” ujar Anderiy.

Persoalan batas usia menjadi salah satu poin yang memerlukan penegasan. Dalam ketentuan sebelumnya, batas maksimal usia atlet ditetapkan 30 tahun. Namun, terdapat ruang bagi pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga untuk mempertandingkan atlet berusia di atas 30 tahun apabila atlet tersebut sebelumnya telah didaftarkan dan mengikuti babak kualifikasi (BK).

Dengan ketentuan tersebut, pengprov masing-masing cabang olahraga memiliki peran dalam menentukan komposisi atlet sejak babak kualifikasi. Atlet berusia lebih dari 30 tahun yang sudah diikutsertakan dalam BK tetap dapat memperoleh kesempatan bertanding pada Porprov.

“Kalau pengprov mengikutsertakan pada saat BK atlet yang usianya di atas 30 tahun, mau tidak mau atlet itu dipertandingkan,” jelasnya.

Meski demikian, aturan berbeda diberlakukan bagi atlet yang sebelumnya sudah mengantongi medali emas. Mengacu pada keputusan rapat kerja terdahulu, atlet yang telah meraih medali emas tidak diperbolehkan kembali dipertandingkan dalam Porprov. Ketentuan ini menjadi salah satu bagian dari regulasi kepesertaan yang harus diperhatikan setiap cabang olahraga.

KONI Kaltim juga menetapkan persyaratan mengenai keterwakilan daerah agar suatu cabang olahraga dapat dipertandingkan secara resmi. Sedikitnya empat daerah harus mengirimkan atlet pada cabang bersangkutan. Apabila jumlah daerah peserta tidak mencapai batas minimal tersebut, pertandingan hanya dapat digelar dengan status eksibisi.

“Kalau ada empat daerah yang mengirim, itu bisa dipertandingkan. Kalau kurang dari empat daerah, jatuhnya eksibisi,” katanya.

Selain kepesertaan dan regulasi atlet, jadwal Porprov juga menjadi perhatian. Pelaksanaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut telah diarahkan berlangsung pada tanggal 14 hingga 27. Namun, penyesuaian masih dimungkinkan khusus untuk sejumlah cabang olahraga pantai karena jadwalnya bertepatan dengan penyelenggaraan PON Pantai di Ancol.

Cabang olahraga pantai yang atletnya juga mengikuti PON Pantai berpeluang menjalani pertandingan Porprov lebih awal. Penyesuaian diperlukan untuk mencegah benturan jadwal sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet menjalani kedua agenda pertandingan tersebut.

Dari sisi sarana pertandingan, persiapan venue secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, pekerjaan masih diperlukan untuk venue softball dan baseball yang tingkat kesiapannya baru sekitar 50 persen. Lokasi pertandingan kedua cabang tersebut juga masih akan dipastikan, dengan Samarinda dan Balikpapan menjadi opsi pelaksanaan.

Sementara itu, Padel dan Orado akan mendapat ruang untuk diperkenalkan melalui pertandingan eksibisi. Kedua cabang olahraga baru tersebut direncanakan menggelar pertandingan di Samarinda. Karena berstatus eksibisi, pembiayaan pelaksanaannya akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing peserta.

Kepastian mengenai jumlah kabupaten/kota yang akan ambil bagian dalam Porprov juga belum diperoleh. KONI Kaltim masih menunggu tahapan pendaftaran peserta melalui sistem yang telah ditetapkan sebelum mendapatkan gambaran final mengenai daerah yang akan berpartisipasi.

“Pendaftarannya belum tahu. Prosesnya tetap melalui tahapan yang sudah ditentukan,” pungkas Anderiy.

Dengan empat agenda utama tersebut, persiapan Porprov kini memasuki tahapan pematangan regulasi dan teknis. KONI Kaltim masih harus memastikan kepesertaan daerah, penerapan ketentuan usia atlet, kesiapan venue serta penyesuaian jadwal beberapa cabang. Penyelesaian berbagai aspek itu menjadi penting agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai regulasi dan memberikan kepastian bagi atlet maupun pengurus cabang olahraga.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version