Kukar – Rangkaian panjang Pilkada Kutai Kartanegara 2024 akhirnya mencapai titik final. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar secara resmi menetapkan pasangan dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dalam rapat pleno terbuka, Minggu (11/5/2025), di Tenggarong.
Pleno ini digelar sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan sengketa hasil pemilihan. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, Bawaslu, perwakilan pasangan calon, serta jajaran penyelenggara Pilkada.
“Penetapan ini adalah hasil dari proses demokrasi yang panjang dan transparan. Semua mekanisme telah dilalui,” kata Ketua KPU Kukar Rudi Gunawan, saat membacakan keputusan pleno.
Tak berselang lama setelah ditetapkan, pasangan Aulia-Rendi menyampaikan pidato politik perdananya. Dalam pidato yang sarat makna, mereka menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar membangun Kutai Kartanegara secara inklusif dan berkeadilan.
“Kutai Kartanegara tanpa sekat, tanpa saling sikut, tanpa kubu, tanpa seteru, dan Insya Allah tanpa stagnan serta kemunduran,” ucap dr. Aulia, menegaskan komitmen membangun daerah dengan semangat kolaborasi.
Pasangan ini juga menyampaikan visi mereka dalam membangun daerah dengan menekankan pemerataan pembangunan hingga pelosok desa, serta menghapus ketimpangan antara desa dan kota. Dalam pidatonya, mereka mengutip pemikiran ekonom Amartya Sen bahwa pembangunan seharusnya membebaskan manusia dari ketakutan, kemiskinan, dan keterasingan.
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi tentang membebaskan manusia dari ketakutan, dari kemiskinan, dan dari keterasingan,” kutipnya dari Development as Freedom.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada penyelenggara pemilu, aparat keamanan, serta para tokoh dan masyarakat yang telah menjaga demokrasi tetap berjalan dengan baik. KH. Abdurrahman Wahid juga dikutip sebagai inspirasi, “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”
Dengan penetapan ini, pasangan terpilih akan segera memasuki tahap persiapan pelantikan dan menyusun program kerja prioritas. Harapan besar pun menggantung pada pasangan ini untuk menghadirkan pemerintahan yang inklusif, responsif, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
“Segala upaya ayok kita susun, jadikan Kutai tanah kejayaan!” tutup Rendi dengan semangat.
