Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Legislator Golkar HM Syahrun melakukan pengajuan permohonan kepada pemerintah provinsi agar bekerjasama dengan pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh petani.
Legislator Partai Golkar ini menyebut bahwa turunnya produksi padi petani dan melonjaknya harga pupuk menjadi penyebab tingginya harga jual beras di Kaltim. Lonjakan harga ini tentu berdampak pada masyarakat ekonomi menengah kebawah.
“Turun langsung ke sawah dan rutin lakukan sidak. Hal tersebut untuk memastikan kecukupan ketersediaan pupuk khususnya bersubsidi serta memastikan penyalurannya benar tepat sasaran. Diskusi langsung ke petani untuk mengetahui apa yang mereka perlukan,” ucap Syahrun pada (27/10/2023).
Syahrun mengatakan perbedaan harga yang jauh antara pupuk bersubsidi dengan non subsidi. Hal tersebut ikut mempengaruhi pula tingginya permintaan sehingga penting untuk memastikan ketersediaan pupuk subsidi.
Lebih dari itu, Pemerintah harus berupaya maksimal dalam memberikan perhatian serius kepada petani dalam rangka pemenuhan kebutuhan beras untuk Kaltim. Pasalnya, dampak dari El Nino yang berkontribusi besar terhadap rendahnya hasil produksi petani.
“Pupuknya murah dan mudah juga untuk mendaptkannya, peraian sawah cukup, perangkat pertanian dapat memenuhi kebutuhan. Maka, saya yakin produksi beras di Kaltim maksimal. Sehingga, harga jualnya pun lebih terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.
