TENGGARONG – Memasuki usia senja bukan berarti kesempatan untuk berkarya harus berhenti. Para lanjut usia tetap dapat mengembangkan keterampilan, menjaga kesehatan, dan menjalani aktivitas yang bermanfaat.
Semangat tersebut diwujudkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program Sekolah Lansia.
Program yang telah berjalan di sejumlah kecamatan ini menyediakan ruang pembelajaran bagi warga lanjut usia dengan kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan mereka.
Pembelajaran tidak berorientasi pada pendidikan akademis, tetapi lebih menekankan pengembangan kreativitas dan pemahaman mengenai pola hidup sehat.
Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia dirancang agar peserta tetap memiliki kegiatan positif dalam keseharian.
Melalui program ini, mereka dapat mempelajari keterampilan sederhana, termasuk membuat kerajinan tangan, sekaligus memperoleh pengetahuan untuk menjaga kesehatan pada usia lanjut.
“Para lansia itu tidak hanya menganggur, tetapi bisa melakukan aktivitas, mungkin membuat kerajinan tangan, kemudian belajar bagaimana menjalani pola hidup sehat itu seperti apa,” jelas Maman di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Pelaksanaan kegiatan juga mempertimbangkan kondisi fisik peserta.
Karena itu, aktivitas yang diberikan tidak menuntut kemampuan fisik berlebihan, melainkan diarahkan agar lansia dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan memperoleh manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maman menegaskan, tujuan utama Sekolah Lansia adalah memberikan kesempatan kepada peserta untuk terus mengembangkan kemampuan serta memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan belajar tetap dapat berlangsung tanpa harus mengikuti pola pendidikan formal.
“Ya, pertama intinya itu memberikan mereka supaya ada kreativitas, kemudian menjalani pola hidup sehat itu seperti apa. Lebih banyak ke sana, bukan aktivitas yang berat atau belajar seperti sekolah formal,” kata dia.
Melalui program ini, DP2KB Kukar berharap warga lanjut usia tetap mempunyai ruang untuk menyalurkan minat dan menjalankan kegiatan produktif.
Keberadaan Sekolah Lansia di sejumlah kecamatan juga menjadi sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta.
Di samping kegiatan pembelajaran, DP2KB Kukar turut merencanakan wisuda bagi peserta Sekolah Lansia di Tenggarong.
Namun, pelaksanaannya masih menunggu koordinasi dengan pemerintah provinsi, terutama terkait mekanisme penyelenggaraan dan ketersediaan anggaran.
Maman menyebutkan, kegiatan tersebut membutuhkan sejumlah persiapan, mulai dari mengundang peserta hingga menyediakan sertifikat dan konsumsi.
Karena itu, pihaknya masih membahas kemungkinan pelaksanaan wisuda dengan mempertimbangkan kondisi anggaran yang tersedia.
“Belum tahu, baru mau koordinasi. Karena kita minta petunjuk dari provinsi dengan kondisi anggaran yang tidak ada ini, bagaimana mengadakan acara seremoni wisuda Sekolah Lansia ini,” ucapnya.
Meski pelaksanaan wisuda belum dipastikan, DP2KB Kukar berharap Sekolah Lansia tetap menjadi ruang bagi masyarakat lanjut usia untuk memperluas pengetahuan, mengasah keterampilan, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat.
“Kami berharap melalui program ini, lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih aktif dan produktif sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan masing-masing,” pungkasnya. (Adv/diskominfo/Kukar).
