Jakarta – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) meluluskan sebanyak 406 wisudawan dan wisudawati dari 4 fakultas terdiri 10 program studi jenjang S1 dan pascasarjana S2 Magister Manajemen. Wisudawan-wisudawati USNI berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan merupakan bagian dari 10.000 lebih alumni USNI yang telah berkarya dan berdampak di berbagai bidang.

Pada acara wisuda USNI tahun ini, hadir Bapak Dr. Sihar Sitorus, BSBA., MBA selaku Rektor Universitas Satya Negara Indonesia, Bapak Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc selaku Kepala LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah III, Bapak Andi Widjajanto selaku Gubernur Lemhannas RI (Lembaga Ketahanan Nasional) periode 2022-2023, serta Bapak Hakim Agung S. Sitorus, B.S.M.E selaku Ketua Yayasan Abdi Karya.

Dr. Sihar Sitorus, BSBA., MBA selaku Rektor USNI menekankan pentingnya melahirkan para wisudawan yang berdaya saing tinggi dan adaptif, khususnya di era digital saat ini. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati USNI yang telah berhasil melalui berbagai tantangan hingga menyelesaikan pendidikan mereka di USNI, serta bagi orang tua dan seluruh dosen juga tim pendidik sivitas akademika USNI yang telah mendukung para wisudawan-wisudawati hingga sampai di titik ini. Dunia yang semakin terhubung secara digital menuntut kecakapan dan ketangguhan yang lebih dari sebelumnya. Saya percaya, teman-teman adalah penulis potensi dan cerita masa depan dunia yang terus berubah. Bersiaplah untuk menuliskan bab baru, melangkah maju dengan kebijaksanaan dan keberanian yang telah diperoleh selama perjalanan penuh warna di masa perkuliahan USNI.”

Dr. Sihar menambahkan, “Empat tahun terakhir merupakan masa penuh tantangan dan ketidakpastian, dan ke depannya jalan tidak akan lebih mudah. Untuk itulah, saya mendorong para wisudawan-wisudawati sebagai anak muda agar tidak takut dengan kegagalan dan terus melatih resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam berbagai bidang yang nanti ditempuh, termasuk dengan menjadi wirausaha muda. Saya berharap, para wisudawan-wisudawati dapat menjadi pemimpin baru yang berdaya saing, memiliki keyakinan (conviction) yang kuat, serta dapat menginspirasi dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya nanti.”

Berdasarkan data dari World Competitiveness Yearbook (WCY) 2021 yang dilakukan oleh Institute Management Development (IMD), dalam hal daya saing, Indonesia menempati peringkat 37 dari total 64 negara yang didata. Data Global Competitiveness Index 2017-2018 dari World Economic Forum juga menemukan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-36 dari 137 negara. Walaupun Indonesia masih lebih unggul dibandingkan berbagai negara lainnya, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing, khususnya di era industri 4.0 saat ini. Bahkan, berdasarkan informasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, rasio kewirausahaan nasional yang saat ini masih berada di angka 3,47%. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kewirausahaan menjadi salah satu kunci dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

USNI menyadari pentingnya peran wirausaha muda dalam menciptakan kreativitas dan inovasi digital yang mampu meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional. Untuk itulah, USNI menghadirkan kurikulum berbasis kewirausahaan yang kreatif dan kolaboratif. Kurikulum ini bertujuan untuk membekali para lulusan USNI dengan keterampilan berwirausaha, serta mendorong mereka untuk menjadi pemimpin baru yang berdaya saing dan memiliki keyakinan yang kuat.

Selama 4 tahun berkuliah, mahasiswa USNI mendapatkan berbagai pelatihan terkait penemuan jati diri (self-discovery), manajemen waktu, manajemen kesehatan mental, kemampuan membangun rasa percaya diri, growth mindset dan global mindset, hingga kemampuan menemukan opsi karir dan berjejaring secara profesional. Pada awal perkuliahan, USNI menawarkan pendidikan yang personal berupa pendampingan minat dan bakat berbasis uji psikotes melalui konseling dan dosen Pembimbing Akademik, untuk membimbing mahasiswa semakin mengenal dan mengelola diri. USNI juga memberikan sertifikasi secara gratis dari lembaga bereputasi bagi mahasiswanya, serta menawarkan pembelajaran berbasis praktek berupa magang dan projek.

Selain itu, USNI secara aktif memberikan pendampingan bagi para mahasiswa di berbagai jurusan untuk mengikuti berbagai kompetisi bisnis dan kewirausahaan. Banyak dari mahasiswa USNI yang berhasil menjuarai kompetisi bisnis dan kewirausahaan tingkat regional hingga nasional, di antaranya Mangrove Jelly, Tuberrota Ice, Javalus Scrub, Bit Tint, Ugitech, Tukubuku, serta memenangkan berbagai penghargaan dan mendapatkan pendanaan tingkat nasional.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version