Javasia.idJavasia.id
    Trending

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    Safari Pendidikan Hukum Muhammadiyah Mojokerto Perkuat Perlindungan Peserta Didik di Sekolah

    20 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Kamis, 23 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Dini30 Oktober 202422

    Majukan Ekowisata Melalui Pelatihan Membatik bagi Pemandu Wisata dan Pengelola Wisata Alam Pulau Cisiu

    Ketua tim pengabdian, Mochamad Arif Zainul Fuad, M.Sc kepada media Rabu(30/10/2024)
    Ketua tim pengabdian, Mochamad Arif Zainul Fuad, M.Sc kepada media Rabu(30/10/2024)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Gresik – Perkembangan ekonomi, khususnya untuk produk UMKM batik dan ekowisata mangrove menjadi destinasi wisata,salah satunya di Gresik. Untuk itu pengelolaan ekowisata mangrove membutuhkan upaya keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada pelestarian ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Salah satu cara untuk mendukung keberlanjutan tersebut adalah dengan mencarikan sumber penghasilan tambahan bagi pengelola ekowisata. Untuk hal tersebut, dalam konteks ini, pengembangan ekonomi kreatif melalui produk batik dengan motif khas ekosistem mangrove dapat menjadi salah satu alternatif yang potensial.

    Ketua tim pengabdian, Mochamad Arif Zainul Fuad, M.Sc. yang turut serta dalam kegiatan pelatihan membatik bagi pengelola mangrove Edupark Pulau Cisiu.

    “Kegiatan yang terlaksana,pada tanggal 15 September 2024 lalu,yakni pelatihan membatik bagi pemandu wisata dan pengelola Wisata Alam Edukasi Mangrove Cisiu di Desa Pangkah Kulon, Ujungpangkah, Gresik. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari pemandu wisata dan pengelola kawasan wisata tersebut,”ujar Ketua tim pengabdian, Mochamad Arif Zainul Fuad, M.Sc kepada media Rabu(30/10/2024).

    Masih lanjut Arif Zainul Fuad,kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “PKM Pemberdayaan Pengelola Mangrove Melalui Program Paket Eduwisata bagi Pengunjung sebagai Income Generating untuk Keberlanjutan Pengelolaan Mangrove Edupark Pulau Cisiu.”

    Untuk diketahui,pelatihan dipandu oleh Ibu Maria Cecilia, seorang pelatih batik berpengalaman dan pemilik Sanggar Lembayung Batik dari Malang, yang telah memberikan pelatihan membatik bagi berbagai kalangan.

    Pada kegiatan ini, peserta dilatih untuk membuat batik dengan motif yang terinspirasi dari ekosistem Mangrove Cisiu, seperti ikan Glodong, kepiting, dan pohon mangrove.

    Motif-motif ini dipilih untuk menggambarkan kekayaan flora dan fauna yang ada di kawasan mangrove, sekaligus menguatkan identitas lokal dalam produk batik yang dihasilkan.Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik dasar membatik, meliputi tahapan mencanting, penerapan lilin malam, hingga pewarnaan menggunakan pewarna batik sintetis.

    Setiap peserta diarahkan untuk menggambar motif yang sesuai dengan tema ekosistem mangrove di atas kain dan dilatih dalam teknik pewarnaan yang tepat untuk menghasilkan pola yang jelas dan artistik. Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang potensi batik sebagai produk ekonomi kreatif yang dapat mendukung keberlanjutan ekonomi pengelola ekowisata.

    “Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dengan menyediakan peluang ekonomi baru bagi pengelola Mangrove Edupark Pulau Cisiu. Melalui pembuatan batik dengan motif khas mangrove.Diharapkan para pengelola dapat menciptakan produk bernilai tambah yang menarik bagi pengunjung, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,”terang Arif Zainul Fuad.

    Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan kreatif, tetapi juga pada peningkatan keberlanjutan ekonomi lokal, yang akan mendukung kelestarian ekosistem mangrove secara lebih menyeluruh.

    Kegiatan ini diketuai oleh Mochamad Arif Zainul Fuad S.Kel., M.Sc. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Pudji Purwanti, M.P., Ledhyane Ika harlyan, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Selain itu juga melibatkan 4 mahasiswa yaitu Nuril Haq Bilqishima Masdian, Rachmat Ramadhan Prasetio, Valeryan Ramana Putra, dan Aulia Intan Rahmanissa. Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek.

    Kabar Siadoarjo
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMajukan Ekowisata Melalui Pelatihan Membatik bagi Pemandu Wisata dan Pengelola Wisata Alam Pulau Cisiu
    Next Article Legislator Kukar Turun Lapangan, Dukung Calon Gubernur dan Bupati dalam Kampanye Dialogis

    Related Posts

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Dukungan Program MBG Menguat, Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai

    30 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Bupati Kukar Dorong Digitalisasi MPP Hingga Kecamatan dan Desa

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.