Lombok Timur – Pasar Kuliner Malam Pancor, yang diresmikan oleh mantan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy pada tahun 2023, kini mulai mengalami penurunan jumlah pengunjung. Penurunan ini menyebabkan banyak pedagang yang berjualan di pasar tersebut terpaksa menutup lapaknya.
Ketua DPC GMNI Lombok Timur, Ainun Samidah, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pasar malam yang terletak di sebelah selatan Masjid Pancor ini. “Keadaan pasar malam di kawasan tersebut sudah tidak efektif lagi,” ungkap Ainun. Ia juga menambahkan bahwa kondisi pedagang atau UMKM yang ada di tempat tersebut semakin berkurang seiring dengan semakin sepinya pengunjung.
Ainun mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur untuk segera mencari lokasi alternatif bagi pasar malam ini. “Lokasi baru diharapkan bisa menjadi sentral ekonomi kerakyatan tanpa adanya pengalihan arus lalu lintas atau penutupan jalur serta memudahkan para pelaku usaha yang harus pindah angkut gerobak jualan setiap hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ainun menyarankan Pemda Lotim untuk membuat kalender event kuliner pasar malam dengan skema rotasi di 21 kecamatan setiap bulannya. “Dengan variasi menu asli desa atau kecamatan, setiap titik akan sangat ramai sepanjang tahun seperti pasar malam Pancor di awal pembukaannya,” tambahnya optimis.
Sementara itu, Supardi, seorang warga Desa Kabar, mengakui bahwa penutupan jalan di area Pancor saat malam hari kurang efektif dan sering mengganggu pengguna jalan. “Selain sepi pengunjung, pasar kuliner Pancor juga sering menambah kemacetan pada malam hari,” keluh Supardi. Menurutnya, bukan hanya orang yang berjualan atau berbelanja di sana, tetapi banyak pemuda yang hanya lalu lalang di sekitar arena bazar, yang justru menambah kemacetan.
Diharapkan dengan adanya solusi relokasi dan pengadaan event kuliner rutin, pasar malam Pancor dapat kembali menjadi pusat ekonomi yang hidup dan ramai, memberikan manfaat bagi para pedagang serta masyarakat sekitar.
