Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menunjukkan keseriusannya dalam mendukung swasembada pangan nasional dengan menyiapkan lahan seluas 2.400 hektare untuk program Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Hal ini disampaikan Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat menerima audiensi Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian RI di ruang kerjanya, Selasa (18/03/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan RI, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, menyampaikan bahwa peningkatan LTT padi menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kalimantan Timur.
“Saya sebagai penanggung jawab kegiatan swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Timur menemui Bapak Bupati untuk membahas langkah percepatan luas tanam, terutama pada bulan Maret ini,” ujar Dr. Inti Pertiwi Nashwari.
Ia berharap adanya sinergi antara Pemkab Kukar dengan Kementan RI guna memastikan keberhasilan program ini, terutama dalam periode Maret hingga Mei 2025.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyambut baik rencana ini dan menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya pangan, telah menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
“Kami siap berkolaborasi untuk memastikan program ini berjalan lancar. Ketahanan pangan adalah agenda strategis yang telah kami masukkan dalam RPJMD Kukar,” tegas Edi Damansyah.
Edi juga mengusulkan agar kawasan eksisting yang telah ditetapkan Pemkab Kukar menjadi fokus dalam program LTT padi ini. Namun, ia juga menyoroti tantangan regenerasi petani di Kukar, mengingat berdasarkan data statistik, jumlah rumah tangga petani di Kukar mengalami penurunan hampir 13 persen.
“Jumlah petani di Kukar terus menurun, hampir 13 persen. Banyak petani kita sudah berusia lanjut, dan regenerasi ini menjadi tantangan yang harus kita atasi bersama,” ungkapnya.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan koordinasi intensif antara Pemkab Kukar serta Kementan RI, diharapkan peningkatan luas tanam padi ini dapat berjalan efektif dan berkontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional. (ADV).
