Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan respons cepat dalam menangani bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Banjir yang terjadi selama hampir sepekan ini telah merendam ratusan rumah warga di Desa Balongdowo, Desa Balonggabus, Kecamatan Candi, serta Perumahan Bumi Citra Fajar Golf (CFG) di Kecamatan Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo, turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak, Sabtu (1/3/2025).
Meski tengah menjalankan ibadah puasa, Hj. Mimik Idayana tak mengurangi semangatnya untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ia memastikan bahwa seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat untuk menangani musibah ini. “Apa yang menjadi keluhan warga, monggo segera ditangani. Penambahan pompa untuk menyedot air bisa ditambahkan karena pompa yang sudah ada tidak mencukupi. Saya mohon kepada warga untuk lebih bersabar lagi karena musibah ini disebabkan oleh faktor alam, air laut masih meluap. Namun, pemerintah akan terus berupaya meringankan dampak bagi warga,” ujarnya saat berada di Perumahan CFG Sidoarjo.
Banjir yang melanda tiga RT di Desa Balongdowo dan sekitarnya telah memengaruhi kehidupan sekitar 500 warga. Air yang menggenangi permukiman warga mencapai ketinggian 50-70 cm, menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Menanggapi hal ini, Pemkab Sidoarjo segera menyalurkan bantuan berupa sembako dan menyiapkan rumah pompa untuk ditempatkan di fasilitas umum (fasum). Selain itu, bantuan solar juga disiapkan untuk menjalankan mesin pompa tersebut. “Monggo bersurat saja ke dinas PUBM untuk bantuan solar, nanti akan kita bantu. Untuk bantuan mobil pompa, akan segera didatangkan,” tambah Hj. Mimik.
Tak hanya memberikan bantuan darurat, Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa penanganan banjir tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan semata. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk mencari solusi jangka panjang guna mengantisipasi terulangnya bencana serupa di masa mendatang. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyebab banjir ini, termasuk normalisasi sungai dan saluran air yang tersumbat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di musim penghujan ini,” tegasnya saat menyerahkan bantuan simbolis di Desa Balonggabus, Kecamatan Candi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Pengairan (PUBM) Sidoarjo, Dwi Eko, menyampaikan bahwa pemerintah sedang berupaya mencari solusi teknis untuk mengurangi dampak banjir. Salah satunya adalah dengan membuat long storage yang diharapkan dapat membantu menampung air berlebih. “Kami akan melakukan survey ketinggian sungai dan mengevaluasi sistem drainase yang ada. Long storage ini diharapkan bisa mengurangi debit air yang masuk ke permukiman warga,” jelas Dwi Eko.
Selain upaya teknis, Pemkab Sidoarjo juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Tim gabungan dari berbagai dinas terkait telah dikerahkan untuk memastikan bahwa semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang memadai. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa sembako, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih, selimut, dan obat-obatan. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih,” ujar Hj. Mimik.
Masyarakat yang terdampak banjir pun menyambut baik langkah cepat yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan. Semoga banjir ini bisa segera surut dan kami bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar salah seorang warga Desa Balongdowo.
Bencana banjir di Sidoarjo kali ini dipicu oleh tingginya curah hujan dan luapan air laut yang terjadi bersamaan. Kondisi ini diperparah oleh tersumbatnya saluran air dan sungai di beberapa titik. Oleh karena itu, Pemkab Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. “Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar bencana seperti ini tidak terulang lagi,” pesan Hj. Mimik.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, Pemkab Sidoarjo berharap dapat meminimalisir dampak banjir dan membantu warga untuk segera pulih. Harapannya, upaya ini tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem penanganan banjir yang lebih baik di masa depan.




