SANGATTA — Di sudut Teras Belad Cafe and Resto, keheningan pagi Rabu (9/10/2024) yang biasanya menemani pengunjung cafe berubah menjadi suasana diskusi intensif. Puluhan staf Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur dan penyuluh keluarga berencana (KB) tampak antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Laporan Keuangan. Acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi ajang penting untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang tata kelola keuangan yang akuntabel.
Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaidi B, dalam sambutannya dengan penuh semangat menekankan betapa krusialnya bagi seluruh peserta untuk fokus selama bimtek ini. “Catat dan rekam apa yang disampaikan narasumber. Jika ada hal yang kurang jelas, segera tanyakan dan jangan ragu untuk berkomunikasi lebih lanjut,” ujarnya tegas.
Junaidi menyadari bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah fondasi dari tata kelola organisasi yang sehat. Di tengah semakin tingginya tuntutan transparansi, kesalahan administratif dalam laporan keuangan bisa berakibat fatal. Maka dari itu, ia mengingatkan peserta untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan jika masih ada keraguan.
Mengelola Risiko Administratif dengan Bijak
Junaidi menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan tugas administrasi keuangan. Ia menekankan agar peserta lebih baik tidak melanjutkan pekerjaan yang menimbulkan keraguan dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Inspektorat Wilayah, BPKAD, atau KP2KP Sangatta. “Jika ada hal yang diragukan, lebih baik jangan dikerjakan dulu. Lakukan komunikasi intensif agar kesalahan administrasi bisa dihindari,” tambahnya.
Dengan menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap sistem administrasi, Junaidi ingin memastikan bahwa seluruh stafnya mampu menjaga integritas dalam pengelolaan anggaran. Kesalahan kecil dalam laporan keuangan bisa menimbulkan masalah besar di kemudian hari, terutama saat berhadapan dengan audit dan evaluasi keuangan.
Diskusi Terbuka untuk Menemukan Solusi
Selama Bimtek, para narasumber dari berbagai instansi seperti Inspektorat Wilayah Kutai Timur, BPKAD, KP2KP Sangatta, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim membagikan pengetahuan mereka tentang pengelolaan keuangan yang sesuai prosedur. Tidak hanya sekadar menyampaikan materi, mereka juga membuka ruang diskusi yang aktif.
Achmad Junaidi mendorong peserta untuk tidak hanya menjadi pendengar pasif. Ia mengajak seluruh staf untuk berani mengemukakan masalah yang dihadapi di lapangan. “Jangan sungkan untuk bertanya. Identifikasi masalah yang ada di lapangan, tanyakan kepada narasumber agar mereka bisa memberikan penjelasan lebih detail,” tegasnya. Pesan ini mencerminkan harapannya agar bimtek ini tidak hanya menjadi ajang belajar teori, tetapi juga tempat menemukan solusi konkret atas tantangan sehari-hari.
Mendorong Pola Pikir Terbuka dan Inovatif
Di akhir sambutannya, Junaidi menekankan pentingnya mengubah pola pikir dalam bekerja di lingkungan pemerintahan. Ia ingin para staf lebih terbuka terhadap inovasi dan selalu mencari cara terbaik dalam mengelola keuangan. “Inovasi dan keterbukaan adalah kunci untuk terus berkembang, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks,” tambahnya.
Acara Bimtek ini dihadiri oleh sejumlah pejabat DPPKB, seperti Plt Sekretaris DPPKB Mustika, Kabid Dalduk Herliana, Kabid Keluarga Sejahtera Ani Saidah, dan Plt Kabid Penyuluhan dan Pergerakan Oktama Mulyadi. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Bimtek ini menjadi awal dari upaya DPPKB Kutai Timur untuk memastikan setiap staf memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengelola laporan keuangan. Diharapkan, dengan peningkatan kemampuan ini, DPPKB mampu menjaga kualitas pengelolaan keuangan yang lebih baik, demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan bertanggung jawab di masa depan.
