Kukar – Gemuruh kemenangan PS Pemuda Tenggarong di pentas sepak bola nasional membawa angin segar bagi perkembangan olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar). Sekolah Sepak Bola (SSB) tersebut sukses merebut gelar juara Zona 6 Piala Soeratin U-13 putaran nasional 2026 sekaligus mengamankan tiket menuju babak delapan besar. Prestasi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk semakin memperkuat pembinaan pesepak bola muda.

Kepastian tersebut diperoleh setelah PS Pemuda Tenggarong tampil meyakinkan dengan menaklukkan PS Manakara asal Sulawesi Barat melalui skor telak 7-1 pada Rabu (7/10/2026). Hasil pertandingan itu menempatkan tim asal Kukar sebagai pemuncak Zona 6. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyambut pencapaian tersebut dengan apresiasi sekaligus menegaskan pentingnya keberlanjutan dukungan terhadap atlet usia dini.

“Alhamdulillah, kemarin kita sudah menang, artinya kita berkewajiban membela Kalimantan Timur di IKN. Kawan-kawan saat ini sudah ada di IKN, berlaga di situ dan tentunya kami mengapresiasi keberhasilan adik-adik ini melalui SSB Pemuda,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Aji Ali, keberhasilan tersebut menunjukkan potensi pemain muda Kukar untuk bersaing dalam kompetisi tingkat nasional. Karena itu, pencapaian PS Pemuda Tenggarong diharapkan menjadi penyemangat bagi sekolah sepak bola lainnya untuk terus mengembangkan kualitas pembinaan.

Ia menjelaskan, Dispora Kukar selama ini berupaya memenuhi kebutuhan dasar latihan melalui penyediaan berbagai perlengkapan olahraga. Bantuan tersebut diarahkan untuk menunjang aktivitas pembinaan sekaligus membantu pelatih mengembangkan keterampilan teknis dan kemampuan fisik para pemain.

“Setiap tahun kami selalu menyediakan fasilitas penunjang untuk latihan, seperti gawang kecil, kemudian tangga untuk mengatur kecepatan dan sebagainya. Ini selalu kita siapkan,” kata dia.

Selain menyediakan peralatan latihan, pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas yang digunakan SSB. Salah satu bentuk dukungannya adalah bantuan peralatan pemeliharaan lapangan bagi sekolah sepak bola yang telah memiliki tempat latihan sendiri.

“Termasuk di beberapa SSB yang memiliki lapangan, kita bantu dengan mesin rumput untuk merawat lapangannya. Kemudian peralatan latihan yang lengkap, termasuk bola dan kostum, juga kita fasilitasi,” jelasnya.

Aji Ali mengakui bahwa kebutuhan sarana olahraga terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas pembinaan. Oleh sebab itu, bantuan yang sudah diberikan tetap memerlukan peninjauan agar fasilitas yang tersedia benar-benar mampu menunjang perkembangan kemampuan atlet.

Dispora Kukar juga terus melakukan evaluasi terhadap kelengkapan sarana dan prasarana olahraga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kesinambungan program pembinaan sekaligus membuka peluang peningkatan prestasi pada berbagai cabang olahraga.

“Kami yakin dari sekian yang kita bantu, memang masih ada hal-hal yang perlu kita kuatkan. Namun, insyaallah, kami tidak henti-hentinya melakukan evaluasi sarana dan prasarana yang kita miliki sehingga prestasi olahraga di Kutai Kartanegara terus bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada fasilitas, Dispora Kukar juga mendorong keterlibatan aktif pengurus cabang olahraga dalam menyampaikan kebutuhan pembinaan. Komunikasi antara pemerintah dan organisasi olahraga dinilai penting agar berbagai hambatan dapat diidentifikasi serta ditangani melalui langkah yang sesuai.

“Jika ada persoalan dalam rangka pembinaan olahraga, semua cabang olahraga sebaiknya datang ke kami di Dinas Pemuda dan Olahraga untuk berdiskusi bersama. Sehingga apa yang menjadi persoalan dan kendala di masing-masing cabang bisa kita selesaikan dan carikan solusinya,” tegasnya.

Dalam mendukung agenda olahraga daerah, Pemkab Kukar juga telah mengalokasikan anggaran persiapan multievent melalui anggaran murni tahun 2026. Kebijakan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesiapan atlet menghadapi berbagai kompetisi, sekaligus mendukung keberlangsungan program pengembangan olahraga.

“Insyaallah, pemerintah, Pak Bupati, punya komitmen tinggi terhadap perkembangan olahraga di Kutai Kartanegara. Terbukti tahun ini kita sudah menaruh anggaran murni untuk persiapan multievent. Artinya, komitmen pemerintah terhadap olahraga di Kutai Kartanegara cukup tinggi,” pungkasnya.

Keberhasilan PS Pemuda Tenggarong mencapai delapan besar Piala Soeratin U-13 nasional menjadi salah satu bukti potensi sepak bola usia dini di Kukar. Dengan dukungan fasilitas, evaluasi pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap prestasi atlet muda dapat terus berkembang serta membawa nama Kukar semakin dikenal dalam kompetisi olahraga nasional. (Adv/Diskominfo/Kukar).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version