Sidoarjo– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus bergerak cepat menuntaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Terbaru, Bupati Sidoarjo H. Subandi menargetkan perbaikan empat unit RTLH yang tersebar di tiga kecamatan dapat rampung pada Januari 2026.

Hal tersebut disampaikan Bupati Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi RTLH, Minggu sore (11/1/2026). Ia menyebutkan, sepanjang Januari ini Pemkab Sidoarjo telah memperbaiki sedikitnya 10 unit rumah tidak layak huni.

“Januari ini saja sudah ada 10 RTLH yang kami perbaiki. Hari ini saya cek lagi empat rumah di tiga kecamatan untuk segera dieksekusi,” ujar Subandi.

Empat rumah yang menjadi sasaran perbaikan masing-masing berada di Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu; Desa Tropodo dan Kelurahan Krian, Kecamatan Krian; serta Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.

Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Siswanto, warga Desa Ketimang. Kondisi rumah tersebut cukup memprihatinkan, dengan atap ruang tamu jebol serta lantai rumah yang lebih rendah dari permukaan jalan, sehingga kerap terendam banjir saat hujan turun.
“Perbaikannya nanti meliputi atap, peninggian lantai agar tidak banjir, serta perbaikan kamar mandi,” tegas Subandi.

Didampingi Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo, Ilhamuddin, Bupati Subandi meminta agar proses pengerjaan dilakukan secepat mungkin. Ia menekankan pentingnya percepatan karena kondisi rumah warga sudah membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan.

“Saya minta diusahakan bulan ini, karena atapnya sudah tidak ada. Kasihan warga kalau hujan,” perintahnya kepada pihak Baznas.

Sementara itu, Nurcholis (58), warga Dusun Klagen, Desa Tropodo,Senin (12/1/26) mengungkapkan rumah yang ia tempati sejak 1977 belum pernah direnovasi. Akibatnya, struktur bangunan kini rapuh dimakan usia.

“Kerusakan paling parah di bagian tengah sampai belakang. Saya terpaksa tidur di ruang tamu karena hanya itu bagian yang masih bisa ditempati,” tuturnya.

Rasa syukur juga disampaikan Makrifa, istri Siswanto. Ia mengaku selama ini hanya bisa pasrah karena keterbatasan ekonomi, mengingat penghasilan suaminya sebagai petugas kebersihan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mboten wonten arto (tidak ada uang), suami kerja cleaning service. Saya hanya ingin rumah segera diperbaiki supaya anak saya tidak kehujanan lagi,” ucapnya haru.

Selain meninjau RTLH, dalam sidak tersebut Bupati Subandi juga menyalurkan bantuan beras kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Program bedah rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo.

Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo berharap dapat memberikan solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini tinggal di hunian yang tidak aman dan membahayakan keselamatan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version