Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Dini1 Februari 2026694

    Ruwah Desa Kebaron Jadi Panggung Budaya dan Pesan Moral Kepemimpinan

    Ruwah Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (31/1/2026)(foto: Dini)
    Ruwah Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (31/1/2026)(foto: Dini)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sidoarjo – Tradisi Ruwah Desa atau Bersih Desa kembali digelar oleh Pemerintah Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (31/1/2026). Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara hingga puncak pagelaran wayang kulit.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimka Tulangan serta sejumlah tokoh masyarakat. Ruwah Desa tahun ini menjadi wujud pelestarian adat istiadat sekaligus ajang mempererat kebersamaan warga.

    Plh Kepala Desa Kebaron, Nyoto, menyampaikan bahwa Ruwah Desa bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang diterima, sekaligus simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
    “Ruwah Desa ini adalah adat kebiasaan bersih desa. Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita berharap masyarakat Kebaron senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan,” ujarnya.

    Ia mengapresiasi partisipasi dan kekompakan warga yang telah mendukung suksesnya seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.

    Menurut Nyoto, pagelaran wayang kulit dipilih sebagai puncak acara karena mengandung nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

    “Melalui wayang kulit ini, kita tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga memetik filosofi hidup dan nilai moral yang dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

    Pada Ruwah Desa tahun ini, dipilih lakon Wahyu Mahkota Romo. Nyoto menjelaskan, lakon tersebut mengandung pesan mendalam tentang kepemimpinan, keadilan, dan amanah.

    Dalam alur cerita, dikisahkan masa hilangnya Negara Ngamarto hingga akhirnya bangkit kembali di Ngastino melalui keturunan Janaka dan Abimanyu, yakni Parikesit, sebagai simbol kelanjutan kepemimpinan yang berlandaskan kebajikan dan tanggung jawab.
    “Lakon ini mengajarkan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan niat baik, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap rakyat,” jelasnya.

    Nyoto berharap tradisi Ruwah Desa dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kebaron. Ia menegaskan bahwa selamatan desa bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, tetapi juga sebagai doa bersama bagi seluruh alam dan masyarakat desa.

    “Ruwah Desa ini bukan hanya untuk keluarga atau warga tertentu, tetapi untuk seluruh bumi yang ada di Desa Kebaron,” tuturnya.

    Ia pun berharap Desa Kebaron senantiasa berada dalam kondisi gemah ripah loh jinawi, kerto tentrem tur raharjo. Dalam perspektif Islam, ia menyebutnya sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
    “Harapan kami, tradisi ini tetap menjadi adat istiadat dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

    Sementara itu, Dalang Ki Didik Iswandi menjelaskan bahwa lakon Wahyu Mahkota Romo menggambarkan sosok pemimpin terpilih yang memiliki keutamaan budi pekerti dan pengabdian kepada rakyat.
    Tokoh tersebut digambarkan sebagai reinkarnasi nilai-nilai kebajikan yang juga tercermin dalam sosok Bethoro Krisno, seorang raja yang tetap mengabdi untuk memberantas angkara murka.

    “Bethoro Krisno adalah tokoh pilihan yang tetap berjuang melawan kejahatan meskipun ia seorang raja,” jelas Ki Didik.

    Lakon tersebut juga menggambarkan perjuangan Pandawa dalam menghadapi sisa-sisa kejahatan Rahwana yang berupaya menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan buruk.

    Ki Didik Iswandi menyampaikan pesan moral kepada para pemimpin dan pemerintah agar senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

    “Pemimpin harus jujur, adil, dan merakyat. Apa yang menjadi kemauan rakyat harus disepakati bersama. Jangan merasa paling terpilih lalu bertindak sewenang-wenang,” tegasnya.

    “Masyarakat punya bendera. Meskipun tidak dikibarkan, jika suatu saat dikibarkan, itu bisa menjatuhkan seorang pemimpin,” pungkasnya.Dini

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBPR Delta Artha Ucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167
    Next Article Kejar Pemerataan Air Bersih, Delta Tirta Sidoarjo , Sampaiakan Lewat Gathering Bersama Media

    Related Posts

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Dukungan Program MBG Menguat, Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai

    30 Juni 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.