Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Techno dexpert19 Juni 202320

    Satria-1: Satelit Indonesia Mengudara, Wujudkan Akses Internet Merata

    Peluncuran Satria-1 dilakukan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, yang dilakukan dari landasan di Cape Canaveral, Florida
    satria-1 meluncur dari landasan spacex
    Ilustrasi. Satria-1 meluncur dari landasan SpaceX di Cape Canaveral, Floria, Amerika Serikat. (AP/John Raoux)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Florida – Satelit Republik Indonesia (Satria)-1 telah diluncurkan dengan sukses pada Senin (19/6/2023) pukul 5.21 WIB atau Minggu (18/6/2023) pukul 18.21 waktu Florida, Amerika Serikat. Satelit ini merupakan yang terbesar yang dimiliki oleh Indonesia dan telah mencapai orbit 146 Bujur Timur sesuai target yang ditetapkan.

    Peluncuran Satria-1 dilakukan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, yang dilakukan dari landasan di Cape Canaveral, Florida. Falcon 9 adalah jenis roket yang mendarat secara vertikal dan dapat digunakan kembali untuk misi-misi berikutnya.

    Tahap pertama peluncuran Satria-1 berjalan lancar hingga pendorong pertama melepaskan diri lalu Falcon 9 mendarat sempurna di Bumi.

    Pada tahap kedua Satria-1 melanjutkan perjalanan sambil dibawa pendorong kedua menuju target orbit. Satria-1 butuh waktu 27 menit hingga sampai di orbit yang sudah ditetapkan.

    Satria-1 bakal meratakan akses internet di area tertinggal, terdepan, terluar (3T). Rencananya satelit ini bisa memfasilitasi layanan internet di 50 ribu titik fasilitas publik dengan kecepatan 4 Mbps.

    Satelit ini dibangun oleh Satelit Nusantara 3 dan dirakit Thales Alenia Space (TAS) di Prancis memakai platform SpaceBus NEO.

    Biaya investasi pembuatan Satria-1 telah membengkak, awalnya US$450 juta (sekitar Rp6,6 triliun) menjadi US$540 juta (sekitar Rp8 triliun).

    Biaya tambahan salah satunya karena semula Satria-1 akan diangkut menggunakan pesawat Antonov namun tak bisa dilakukan karena kondisi perang Rusia dan Ukraina.

    Pengangkutan Satria-1 dilakukan dengan kapal kargo Nordic dari perancis menuju Cape Canaveral melalui jalur laut yang membutuhkan waktu 17 hari.

    Falcon 9 Satelit Satelit Satria-1 Satria-1 SpaceX
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKesempatan Langka Jokowi, Prabowo, dan ‘Sang Naga’ Bersatu di Tzu Chi Hospital
    Next Article PKS 3 Besar Hasil Survei LSI, Konsisten Wujudkan Cita-Cita Bangsa

    Related Posts

    Toyota Avanza Kembali Me-Recall Mobil-mobilnya di Tahun 2023

    6 Juni 2023

    Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

    12 Mei 2023

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.