Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Rabu, 9 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Techno dexpert19 Juni 202322

    Satria-1: Satelit Indonesia Mengudara, Wujudkan Akses Internet Merata

    Peluncuran Satria-1 dilakukan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, yang dilakukan dari landasan di Cape Canaveral, Florida
    satria-1 meluncur dari landasan spacex
    Ilustrasi. Satria-1 meluncur dari landasan SpaceX di Cape Canaveral, Floria, Amerika Serikat. (AP/John Raoux)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Florida – Satelit Republik Indonesia (Satria)-1 telah diluncurkan dengan sukses pada Senin (19/6/2023) pukul 5.21 WIB atau Minggu (18/6/2023) pukul 18.21 waktu Florida, Amerika Serikat. Satelit ini merupakan yang terbesar yang dimiliki oleh Indonesia dan telah mencapai orbit 146 Bujur Timur sesuai target yang ditetapkan.

    Peluncuran Satria-1 dilakukan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, yang dilakukan dari landasan di Cape Canaveral, Florida. Falcon 9 adalah jenis roket yang mendarat secara vertikal dan dapat digunakan kembali untuk misi-misi berikutnya.

    Tahap pertama peluncuran Satria-1 berjalan lancar hingga pendorong pertama melepaskan diri lalu Falcon 9 mendarat sempurna di Bumi.

    Pada tahap kedua Satria-1 melanjutkan perjalanan sambil dibawa pendorong kedua menuju target orbit. Satria-1 butuh waktu 27 menit hingga sampai di orbit yang sudah ditetapkan.

    Satria-1 bakal meratakan akses internet di area tertinggal, terdepan, terluar (3T). Rencananya satelit ini bisa memfasilitasi layanan internet di 50 ribu titik fasilitas publik dengan kecepatan 4 Mbps.

    Satelit ini dibangun oleh Satelit Nusantara 3 dan dirakit Thales Alenia Space (TAS) di Prancis memakai platform SpaceBus NEO.

    Biaya investasi pembuatan Satria-1 telah membengkak, awalnya US$450 juta (sekitar Rp6,6 triliun) menjadi US$540 juta (sekitar Rp8 triliun).

    Biaya tambahan salah satunya karena semula Satria-1 akan diangkut menggunakan pesawat Antonov namun tak bisa dilakukan karena kondisi perang Rusia dan Ukraina.

    Pengangkutan Satria-1 dilakukan dengan kapal kargo Nordic dari perancis menuju Cape Canaveral melalui jalur laut yang membutuhkan waktu 17 hari.

    Falcon 9 Satelit Satelit Satria-1 Satria-1 SpaceX
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKesempatan Langka Jokowi, Prabowo, dan ‘Sang Naga’ Bersatu di Tzu Chi Hospital
    Next Article PKS 3 Besar Hasil Survei LSI, Konsisten Wujudkan Cita-Cita Bangsa

    Related Posts

    Toyota Avanza Kembali Me-Recall Mobil-mobilnya di Tahun 2023

    6 Juni 2023

    Toyota Akui Data Kendaraan 2,15 Juta Pelanggan Bocor

    12 Mei 2023

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.