Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Sabtu, 25 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert7 Mei 20230

    Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika

    Sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan disetujui Singapura, ekspor ternak babi terbuka
    babi peternakan gordon
    Ilustrasi: Babi ternak (.inet)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Batam – Terdeteksinya kasus penyakit flu babi (ASF) pada hewan ternak di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, membuat Pemerintah Singapura memutuskan untuk menghentikan ekspor babi dari pulau tersebut.

    Setelah adanya penemuan virus flu babi oleh Badan Pangan Singapura (SFA), beberapa informasi telah terungkap seperti berikut:

    Babi Asal Batam Positif Flu Babi Afrika

    Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, Wisnu Wasisa Putra memaparkan hasil uji Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Hasilnya, babi asal Pulau Bulan terkonfirmasi positif flu babi.

    “Hasil pengujian lanjutan baik oleh Laboratorium BBUSKP dan BVet Bukittinggi adalah positif ASF dan negatif CSF, sehingga perlu dilakukan sequencing untuk mengetahui genom virus terkait kemiripan asal virus,” jelas Wisnu dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik Finance, Minggu, (7/5/2023).

    Barantan menambahkan, terjadi kematian babi yang cukup besar di Pulau Bulan. Namun, gejala klinisnya mengarah ke Classical Swine Fever (CSF) atau Hog Cholera.

    Itulah yang menjadi alasan babi asal Pulau Bulan dilarang masuk ke Singapura sejak 23 April 2023. Untuk sementara, belum diketahui hingga kapan penghentian ini berlaku.

    Upaya Kementan RI

    Sebagai langkah lanjutan, Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Barantan dan Singapura melalui Singapore Food Agency dan NS Park telah berdialog di Kantor PT ITS pada 28 April 2023.

    Karantina Pertanian Tanjung Pinang pun menguji ternak babi yang akan dilintaskan melalui pengujian ASF. Mereka juga mengetatkan tindakan karanina hewan. Selain itu, pendampingan pelaksanaan disposal, disinfeksi dan biosekuriti juga telah dilakukan Kementan.

    “Kementan telah usulkan sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan dan telah disetujui oleh pihak Singapura, sehingga kedepan kita dapat kembali mengekspor ternak babi ke Singapura,” kata Kepala Barantan, Bambang dalam keterangan persnya.

    Adapun PT Indotirta Suaka (PT ITS) diketahui sebagai perusahaan melakukan ekspor babi. Namun, karena ditemui banyak babi yang mati karena terkena virus ASF, status tersebut telah dicabut oleh Kementan.

    Sebelumnya, PT ITS ditetapkan sebagai kompartemen bebas ASF dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Keputusan Nomor 669/KPTS/PK.320/M/11/2021.

    Singapura Mau Impor Daging Babi

    Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah baru-baru ini menyebut Singapura siap membuka kembali impor babi dari Indonesia, dengan syarat hanya dalam bentuk karkas atau daging utuh dari Pulau Bulan.

    Nasrullah menilai, syarat ini malah menguntungkan Indonesia.

    “Walaupun untuk sementara ekspor babi hidup dari pulau bulan ditutup karena ASF, tapi ke depan potensi ekspor dalam bentuk karkas masih sangat terbuka,” pungkasnya.

    Latar Belakang Singapura Stop Impor Babi dari Batam

    Penghentian impor babi Indonesia dari Singapura bermula saat SFA menemukan babi mati terinfeksi flu babi Afrika pada 20 April 2023 lalu. SFA pun mengungkap, babi tersebut terkontaminasi dari babi hidup dari Pulau Bulan, Batam.

    SFA pun langsung menutup keran impor daging babi mulai 23 April dan melayangkan investigasi lanjutan atas merebaknya virus tersebut.

    “SFA bekerja sama dengan RPH untuk membersihkan tempat dan lingkungan sekitarnya setelah pemotongan babi yang saat ini berada di RPH telah selesai, serta untuk menjaga langkah-langkah biosecurity di RPH.” Tutur SFA.

    Badan Pangan Singapura (SFA) Kementan RI Wisnu Wasisa Putra
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
    Next Article Presiden Jokowi Bocorkan Isu Myanmar di KTT ASEAN

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Comments are closed.

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.