Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kutim Lutfi23 November 2025490

    Tari Hudoq Warnai Penutupan Festival Budaya Kutim

    penampilan Tari Hudoq di penutupan Festival Pesona Budaya Kabupaten Kutai Timur
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sangatta – Seperti gema nenek moyang yang hidup kembali di atas panggung terbuka, penampilan Tari Hudoq menjadi sorotan utama dalam penutupan Festival Pesona Budaya Kabupaten Kutai Timur pada Minggu (23/11/2025). Ribuan warga yang memenuhi arena festival tampak terpukau menyaksikan ritual yang sarat makna itu, digelar sebagai simbol doa agar masyarakat memperoleh panen yang melimpah serta terhindar dari hama perusak tanaman.

    Di hadapan Bupati Kutai Timur, unsur Forkopimda, dan jajaran tamu undangan, para penari Hudoq dari sub-etnis Dayak Bahau dan Modang tampil dengan kostum tradisional yang mencolok. Mereka mengenakan topeng kayu berukir yang memadukan citra hama tanaman dan satwa liar—ikonografi yang selama berabad-abad dipercaya melambangkan perlindungan sekaligus pengharapan bagi kesejahteraan masyarakat. Seluruh tubuh penari tertutup kulit kayu, rumbai daun pisang, hingga helai daun kelapa yang bergerak ritmis mengikuti alunan musik tradisi.

    “Festival ini Alhamdulillah berjalan dengan baik. Melalui pentas budaya seperti Hudoq, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur.

    Tari Hudoq sendiri biasanya dibawakan oleh sebelas penari, masing-masing memakai topeng berbeda dan bergerak dalam pola yang telah diwariskan turun-temurun. Pada malam penutupan festival, formasi itu ditampilkan lengkap di lapangan terbuka, dikelilingi penonton yang menyemangati jalannya pertunjukan. Irama langkah para penari berpadu dengan suara dedaunan pada kostum mereka, menghadirkan suasana sakral yang jarang terlihat dalam pertunjukan umum.

    Mulyono dalam laporannya turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus mendukung penyelenggaraan festival. Ia menekankan pentingnya festival budaya sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pelestarian warisan leluhur. Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Disdikbud Kutim telah memplot program pelatihan khusus bagi para pelatih seni tradisi, termasuk Hudoq, agar pembinaan kebudayaan berjalan semakin profesional.

    Selain pertunjukan seni, festival yang telah digelar selama tiga hari ini juga diikuti UMKM lokal dari berbagai kecamatan. Kehadiran UMKM menjadi daya tarik tersendiri karena meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya sektor kuliner, kerajinan tangan, dan produk kreatif. Masyarakat terlihat antusias menikmati pertunjukan sambil berbelanja di stan-stan pelaku usaha lokal.

    Penutupan festival menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan budaya tahunan yang semakin memperkuat identitas Kutai Timur sebagai daerah dengan kekayaan tradisi yang hidup. Pentas Hudoq, sebagai salah satu ikon budaya Dayak, menjadi bukti bahwa tradisi lama tetap mampu berdiri tegak di tengah modernisasi. (ADV)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDisdikbud Kutim Siapkan Dua Buku Sejarah dan Seni Budaya Lokal
    Next Article Disdikbud Kutim Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Seni 2026

    Related Posts

    DPRD dan Pemkab Kutim Fokus Perkuat Regulasi

    6 Mei 2026

    7.500 Lebih Kunjungi Pameran Kebudayaan Islam Kutim di Masjid Al Faruq

    23 November 2025

    Disdikbud Kutim Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Seni 2026

    23 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.