Surabaya – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap ancaman keamanan di area vital nasional, TNI Angkatan Laut melalui Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menggelar Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Lanudal Juanda Tingkat III (P3). Kegiatan ini berlangsung di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (4/11/2024).

Latihan yang dikenal sebagai Glagaspur Lanudal Juanda TK III P3 TA 2024 ini melibatkan berbagai tim gabungan dari TNI AL dan instansi terkait di Bandara Internasional Juanda. Adapun tim gabungan tersebut terdiri dari personel Lanudal Juanda, pasukan Komando Pasukan Katak (Kopaska), Wing Udara 2 Puspenerbal, Avsec, dan ARFF (Airport Rescue and Fire Fighting) Angkasa Pura I. Latihan berlangsung di wilayah Lanudal Juanda serta Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Simulasi Penanganan Keamanan Bandara dengan Skenario Realistis

Kegiatan ini mengusung berbagai skenario simulasi yang bertujuan melatih respons personel dan satuan dalam menghadapi situasi darurat di bandara. Beberapa skenario yang dilakukan antara lain penanganan penyelundupan barang ilegal, pengendalian demonstrasi, penanggulangan huru-hara, penanganan ancaman bom, dan evakuasi medis udara (EMU).

Kolonel Laut (P) Dani Achnisundani, Komandan Lanudal Juanda yang bertindak sebagai Pengarah Latihan (Papelat), menyampaikan bahwa latihan ini berfungsi sebagai ajang evaluasi kesiapan seluruh personel. “Latihan ini merupakan sarana untuk mengukur kemampuan serta kesiapsiagaan personel dan satuan dalam pengamanan objek vital nasional, seperti Bandara Juanda. Kami juga berharap latihan ini dapat meningkatkan kolaborasi dan konsolidasi antarlembaga terkait, sehingga tercipta kesamaan pola pikir dan tindakan di antara semua pihak di Bandara Juanda,” jelas Kolonel Dani.

Menurutnya, latihan ini juga dapat menjadi referensi dalam pembentukan prosedur operasional standar atau Standard Operating Procedure (SOP) yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan situasi darurat di area bandara.

Latihan Berkesinambungan Sesuai Program Kerja Puspenerbal TA 2024

Kolonel Dani juga menjelaskan bahwa Glagaspur Lanudal Juanda TK III (P3) merupakan latihan tahunan bertingkat dan berlanjut yang disusun secara terintegrasi oleh Mabesal (Markas Besar TNI Angkatan Laut) bersama Puspenerbal. Latihan ini didesain berdasarkan program kerja tahunan TNI AL yang selalu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kemampuan personel di lapangan.

“Latihan ini merupakan bagian dari program kerja Puspenerbal TA 2024 yang telah disusun secara berkesinambungan. Dalam perencanaannya, latihan ini mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari peningkatan kemampuan personel hingga evaluasi atas dinamika yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Hadirnya Berbagai Pihak untuk Memantau Kegiatan

Latihan ini turut dipantau oleh sejumlah perwakilan instansi yang berkepentingan di Bandara Juanda. Di antara yang hadir untuk menyaksikan dan mengevaluasi manuver lapangan adalah SM Avsec Angkasa Pura I, perwakilan dari Bea Cukai Juanda, Imigrasi Juanda, ARFF Bandara Juanda, serta beberapa kepala satuan pelaksana (Kasatlak) Lanudal Juanda.

Hadirnya berbagai perwakilan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pihak militer dan sipil dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasional bandara. Para perwakilan ini juga memberikan masukan serta evaluasi terkait pelaksanaan latihan, sehingga seluruh pihak dapat terus memperbaiki dan meningkatkan prosedur keamanan dan respons darurat di Bandara Juanda.

Meningkatkan Sinergi Antarlembaga dalam Penanganan Keamanan Nasional

Latihan Glagaspur Lanudal Juanda TK III P3 tahun ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan personel dalam mengatasi gangguan keamanan, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antara TNI AL dan instansi terkait. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan bandara serta menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Dengan latihan bersama seperti ini, kami berusaha menciptakan keterpaduan yang solid antara TNI AL, pihak keamanan bandara, dan seluruh stakeholder terkait. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki kesamaan pandangan dan tindakan dalam menghadapi berbagai ancaman atau situasi darurat di Bandara Juanda,” lanjut Kolonel Dani.

Selain untuk memperkuat koordinasi, latihan Glagaspur ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengamanan objek vital nasional seperti bandara. Situasi darurat, seperti ancaman teror atau huru-hara, dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang tinggi dari seluruh elemen terkait.

Membangun Respons Kesiapsiagaan Terhadap Ancaman Keamanan di Bandara

Dengan adanya latihan ini, Lanudal Juanda bersama instansi terkait berharap dapat membangun sistem kesiapsiagaan yang andal dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin terjadi di Bandara Juanda. Kolaborasi antara TNI AL dengan pihak-pihak lain, seperti keamanan bandara dan instansi sipil terkait, merupakan langkah strategis dalam memperkuat keamanan nasional.

Latihan Glagaspur TK III P3 TA 2024 ini diharapkan mampu menciptakan personel dan satuan yang lebih tanggap, terampil, dan siap siaga dalam menjalankan tugas di lapangan. Dengan adanya skenario simulasi yang realistis dan melibatkan banyak pihak, latihan ini dapat menjadi tolak ukur dalam mengukur serta mengevaluasi kesiapan seluruh elemen keamanan di Bandara Juanda.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengamanan bandara bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi juga melibatkan berbagai lembaga yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta seluruh pengguna jasa Bandara Juanda.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version