Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Pemkab Kutim Lutfi1 Maret 20257

    TPPS Kutim Berkomitmen Tekan Stunting, Kunjungi Desa Batu Timbau Ulu

    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Batu Ampar – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dipimpin oleh Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi B, mengakhiri rangkaian kunjungan kerja lapangan di Kecamatan Batu Ampar, tepatnya di Desa Batu Timbau Ulu, Kamis (27/2/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Cap Jempol Stop Stunting” yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting di wilayah Kutim. Sebelumnya, TPPS Kutim telah melakukan kunjungan serupa di Kecamatan Rantau Pulung.

    Kunjungan kerja ini diikuti oleh berbagai perangkat daerah yang tergabung dalam TPPS, termasuk perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Tim Penggerak PKK, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perikanan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta PDAM. Selain itu, turut hadir Tim Pakar dari Golda Institute dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

    Setelah melakukan rapat koordinasi di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Batu Timbau Ulu, Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi B, menyampaikan bahwa dua lokus yang dikunjungi di desa tersebut berada dalam kondisi aman dari stunting. Meskipun terdapat risiko, hal tersebut masih dapat ditoleransi.

    “Berdasarkan data keseluruhan untuk Kecamatan Batu Ampar, keluarga yang berisiko stunting masih tergolong rendah. Awalnya, tercatat ada 5 anak stunting, namun setelah pembaruan data melalui E-PPGRM, jumlahnya meningkat menjadi 15 anak. Sementara itu, keluarga yang berisiko stunting sebanyak 282 Kepala Keluarga (KK),” jelas Achmad Junaidi.

    Ia mengungkapkan optimisme terhadap upaya penurunan stunting di wilayah tersebut, terutama melihat antusiasme para kepala desa yang bersinergi dengan program TPPS. Menurutnya, para kepala desa telah memahami program yang dijalankan dan tugas yang harus dilakukan.

    “Kami juga mendapatkan dukungan penuh dari Camat Batu Ampar. Bahkan, TNI dan POLRI diminta untuk memberikan pendampingan dalam pengawasan, memastikan bahwa makanan tambahan (PMT) benar-benar sampai ke mulut anak-anak,” tambahnya.

    Camat Batu Ampar, Suriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa terobosan untuk menurunkan angka risiko stunting. Salah satunya adalah memverifikasi dan memvalidasi data yang telah ada. Menurutnya, dua lokus di Desa Batu Timbau Ulu yang sebelumnya masuk dalam kategori berisiko stunting, kini telah keluar dari data Keluarga Risiko Stunting (KRS). Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan data.

    “Untuk anak-anak yang dinyatakan stunting, ada 5 anak yang perlu dilakukan intervensi. Berdasarkan indikator berat badan, anak-anak tersebut termasuk dalam kategori pendek, bukan sangat pendek,” jelas Suriansyah.

    Dengan intervensi yang dilakukan selama beberapa bulan, ia meyakini pertumbuhan anak-anak stunting tersebut dapat membaik. Suriansyah juga berharap agar perangkat daerah terkait dapat bersinergi dalam menjalankan program konvergensi penurunan stunting.

    “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan langkah-langkah yang harus diambil. Mulai dari infrastruktur hingga indikator lainnya yang berkaitan dengan keluarga risiko stunting,” urainya.

    Suriansyah optimis bahwa angka keluarga berisiko stunting dan anak stunting di Kecamatan Batu Ampar dapat dituntaskan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan desa sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting, sembari menunggu anggaran dari pemerintah pusat.

    “Kami tidak ingin membebani masyarakat. Saya yakin para kepala desa juga memiliki banyak kebutuhan. Namun, jika tidak ada anggaran dari negara, saya meminta masing-masing kepala desa untuk menjadi orang tua asuh. Saya sendiri siap menjadi orang tua asuh bagi anak stunting,” tegasnya.

    Dukungan dari Kepala Desa

    Kepala Desa Batu Timbau Ulu, Aripin, mengapresiasi kunjungan kerja lapangan TPPS Kutim yang difokuskan di desanya. Ia menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan TPPS Kutim dan semua pihak terkait dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya.

    “Semoga angka stunting yang terdampak di Kecamatan Batu Ampar segera turun,” ujar Aripin singkat.

    Kunjungan kerja lapangan TPPS Kutim ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mengatasi masalah stunting di Kutim. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara signifikan, menuju Kutim yang lebih sehat dan sejahtera.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGerakan Jihad Rawat Taman, Pemkab Sidoarjo Tanam Pohon Pule di Taman Gerbang Tol Sidoarjo
    Next Article Pemkab Sidoarjo Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Banjir di Sidoarjo

    Related Posts

    DPRD dan Pemkab Kutim Fokus Perkuat Regulasi

    6 Mei 2026

    7.500 Lebih Kunjungi Pameran Kebudayaan Islam Kutim di Masjid Al Faruq

    23 November 2025

    Disdikbud Kutim Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Pelatih Seni 2026

    23 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.