Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Kesehatan dexpert6 Mei 20231

    WHO Mencabut Status Pandemi Covid-19 di Tengah Meningkatnya Kasus di Indonesia

    WHO mengumumkan bahwa status darurat global untuk COVID-19, resmi berakhir, pada Jumat (5/5/2023).
    Ilustrasi COVID-19. - WHO Cabut Status Pandemi Covid-19 di Tengah Lonjakan Kasus di Indonesia
    Ilustrasi COVID-19. - WHO Cabut Status Pandemi Covid-19 di Tengah Lonjakan Kasus di Indonesia (.inet)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    WHO (World Health Organization) mengakhiri status pandemi COVID-19 meski kasus di Indonesia melonjak, tercatat ribuan orang terinfeksi virus corona pada awal Mei 2023

    Seperti yang dikabarkan Xandra Junia Indriasti Tak hanya kasus positif, angka kematian pasien COVID-19 juga bertambah. Adapun penyebaran jumlah orang yang terinfeksi tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Di mana yang terbanyak, terdapat pada wilayah-wilayah di Pulau Jawa.

    WHO Umumkan Pandemi Berakhir

    WHO mengumumkan bahwa status darurat global untuk COVID-19, resmi berakhir, pada Jumat (5/5/2023). Meski begitu, mereka tetap mengingatkan jika pencabutan ini bukan berarti dunia sudah bebas dari serangan virus corona.

    Sebab, virus itu masih tetap akan menginfeksi manusia layaknya HIV. Namun, pencabutan status darurat menjadi momen paling penting karena selama tiga tahun masyarakat kerap mengalami pembatasan aktivitas. Di mana banyak yang merasa stres.

    Kasus COVID-19 di Indonesia Kembali Meningkat

    Pasca momen perayaan Idul Fitri, kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Hal ini diduga lantaran masyarakat sudah terbiasa hidup tanpa masker, termasuk saat bersilaturahmi dan bersalam-salaman dengan sanak saudara saat lebaran.

    Indonesia mencatat per Kamis (4/5/2023), pasien positif bertambah 2.417, sehingga totalnya menjadi 6.782.048 orang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sempat mengimbau agar masyarakat kembali menerapkan pola hidup sehat.

    “Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kesehatan dan daya tahan tubuh, mematuhi aturan pemerintah serta saling mengingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam siaran pers, Rabu (3/5/2023).

    Per tanggal 4 Mei, angka aktif harian COVID-19 tercatat sebanyak 16.953 kasus. DKI Jakarta menjadi penyumbang jumlah terbanyak dengan total 785 kasus. Kemudian, disusul oleh Jawa Barat dengan total 483 kasus, Jawa Timur dengan 348 kasus, dan Jawa Tengah 228 kasus.

    Sebaran COVID-19

    Adapun berikut sebaran COVID-19 di berbagai wilayah Indonesia per Kamis (4/5/2023). Data ini diurutkan berdasarkan provinsi yang paling banyak menyumbang kasus, yakni DKI Jakarta dan paling sedikit, Gorontalo.

    1. DKI Jakarta: 785
    2. Jawa Barat: 483
    3. Jawa Timur: 348
    4. Jawa Tengah: 228
    5. Banten: 152
    6. Lampung: 57
    7. DI Yogyakarta: 53
    8. Kalimantan Timur: 41
    9. Bali: 32
    10. Sulawesi Selatan: 26
    11. Sumatera Selatan: 23
    12. Kalimantan Selatan: 18
    13. Kalimantan Tengah: 17
    14. Kalimantan Barat: 16
    15. Sulawesi Tengah: 14
    16. Sumatera Utara: 14
    17. Jambi: 13
    18. Kalimantan Utara: 13
    19. Riau: 11
    20. Sulawesi Barat: 11
    21. Kepulauan Riau: 10
    22. Papua Barat: 9
    23. Sulawesi Utara: 7
    24. Sumatera Barat: 6
    25. Maluku Utara: 6
    26. Bangka Belitung: 6
    27. NTT: 4
    28. Sulawesi Tenggara: 3
    29. Maluku: 2
    30. Papua: 2
    31. Aceh: 2
    32. Bengkulu: 2
    33. NTB: 2
    34. Gorontalo: 1

    Angka Kematian

    Jadi, total pasien yang sembuh sejak awal COVID-19 muncul bertambah menjadi 6.603.711. Lalu, pada 4 Mei kemarin, 30.101 orang dari seluruh wilayah Indonesia menjalani pemeriksaan. Di mana yang berstatus suspek tercatat ada 2.128 orang.

    Kemenkes Sebut COVID-19 Jadi Penyakit Biasa

    Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebut bahwa status COVID-19 kekinian sudah tidak darurat lagi. Berakhirnya pandemi yang sudah diresmikan WHO, lanjutnya, membuat hal tersebut menjadi penyakit biasa atau umum, seperti batuk.

    Meski begitu, Syahril meminta agar masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Sebab, COVID-19 masih akan terus ada dan bahkan hidup berdampingan dengan manusia. Terlebih, di Indonesia sendiri, kasusnya sedang kembali melonjak.

    Pandemi Virus Corona WHO
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleInsiden Pengeroyokan dan Penusukan Terjadi pada Dua Lansia di Kelapa Gading oleh WNA Nigeria di Dalam Apartemen
    Next Article Skandal Karyawan Tidur Bersama Bos Menggemparkan, Apa Tanggapan dari Pihak Buruh?

    Related Posts

    Pisah Sambut Kepala Puskesmas Sukodono, Momentum Perkuat Soliditas dan Tingkatkan Layanan

    7 Juli 2026

    Posyandu Remaja Aktif, Wujudkan Generasi Z Sehat dan Produktif

    15 Juni 2026

    640 Relawan Program Gizi Nasional di Kutim Segera Nikmati Layanan BPJS Kesehatan

    12 Mei 2026

    Comments are closed.

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.