Tenggarong – Polres Kutai Kartanegara bersama Kodim 0906/KKR dan unsur pemerintah daerah menggelar Apel Siaga Tactical Floor Game (TFG) di halaman Mapolres Kukar pada Minggu (31/8/2025). Apel tersebut menjadi persiapan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di Gedung DPRD Kukar, Senin (1/9/2025).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, S.I.K., S.H., M.H., bersama Dandim 0906/KKR Letkol Damai Adi Setiawan. Sebanyak 664 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 411 anggota Polri serta personel TNI, Satpol PP, Kejaksaan, Dishub, dan Damkar.
“Melalui TFG ini, kita ingin memastikan semua personel paham akan tugasnya masing-masing. Besok kita akan mengawal adik-adik kita yang ingin menyampaikan aspirasi, sehingga kegiatan unjuk rasa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai,” tegas Kapolres Khairul Basyar dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan jajarannya agar mengedepankan sikap humanis serta mengutamakan komunikasi persuasif dalam menghadapi massa aksi. Menurutnya, aparat wajib menjaga keamanan tanpa menimbulkan gesekan dengan pengunjuk rasa.
“Fasilitas pemerintah daerah wajib kita jaga bersama. Jangan sampai ada kerusakan atau tindakan anarkis yang merugikan semua pihak. Saya minta seluruh personel tetap solid dan menjaga kondusifitas agar masyarakat merasa aman,” tambahnya.
Apel turut dihadiri Sekretaris DPRD Kukar Ridha Darmawan, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta jajaran Satpol PP dan OPD terkait. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan patroli gabungan ke sejumlah titik rawan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan tindakan provokatif.
Kapolres juga menekankan pentingnya rekayasa lalu lintas selama aksi berlangsung. Ia meminta jajarannya memastikan kelancaran aktivitas masyarakat lain meski ada aksi unjuk rasa.
“Unjuk rasa boleh dilakukan, tetapi ketertiban umum juga harus tetap dijaga. Saya berharap personel di lapangan bisa mengatur lalu lintas dengan baik, sehingga kepentingan umum tidak terganggu,” jelasnya.
Meski mengedepankan pendekatan persuasif, aparat disebut tidak akan segan mengambil tindakan tegas dan terukur jika terjadi pelanggaran hukum. “Apabila ada oknum yang mencoba membuat kerusuhan, maka tindakan hukum akan dilakukan. Namun tetap harus sesuai prosedur agar situasi tetap terkendali,” tutup Kapolres.
Dengan kesiapan ratusan personel gabungan, TNI-Polri bersama pemerintah daerah optimistis pengamanan unjuk rasa di DPRD Kukar dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
