Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba, Wabup Mimik Tekankan Peran Keluarga sebagai Garda Terdepan Melindungi Generasi Muda

    3 Agustus 2026

    Bupati Subandi Pimpin Razia Dua Malam, 1.696 Botol Miras Disita di Sidoarjo

    3 Agustus 2026

    Jumat Bersih Satukan Keluarga Besar SMANSATARA

    31 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 7 Agustus 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Hukum Dini13 Juni 2026720

    Keluarga Korban Berharap Ada Efek Jera dalam Kasus Penganiayaan di Tulangan

    Korban penganiayaan dan saksi korban melaporkan ke Polsek Tulangan,Sabtu (13/7/26)
    Korban penganiayaan dan saksi korban melaporkan ke Polsek Tulangan,Sabtu (13/7/26)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sidoarjo – Sebuah pertikaian yang berawal dari persoalan sepele diduga berubah menjadi tindakan kekerasan yang meninggalkan luka fisik sekaligus trauma bagi korban. Bagi keluarga Nana A., keadilan bukan sekadar penanganan administratif, melainkan juga upaya mencegah agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi kepada orang lain.

    Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Nana A. (55) kini tengah diproses oleh Unit Reskrim Polsek Tulangan. Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat menangani perkara tersebut secara serius, profesional, dan memberikan efek jera kepada pelaku sehingga tidak muncul anggapan bahwa tindakan kekerasan merupakan persoalan yang dapat dianggap biasa.

    Peristiwa itu dilaporkan pada Sabtu (13/6/2026) dengan didampingi seorang saksi dan adik kandung korban. Laporan tersebut telah tercatat dalam laporan polisi Nomor STBL/LP.M/50/VI/2026/SPKT/SEK TLGN/RESTA SDA/JATIM tanggal 13 Juni 2026. Selain itu, korban juga telah menjalani pemeriksaan medis yang dituangkan dalam Visum et Repertum Nomor 99/VER/RSASF/I/2026 sebagai bagian dari proses penyelidikan.

    Korban diketahui bekerja di Toko Sejahtera Buana yang bergerak di bidang penjualan obat-obatan pertanian di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan. Menurut pengakuan Nana, insiden tersebut terjadi ketika dirinya hendak membantu menurunkan barang yang baru datang ke toko tempatnya bekerja.

    Namun niat membantu itu justru memicu emosi terduga pelaku berinisial Patra. Korban mengaku tidak menyangka situasi yang awalnya biasa berubah menjadi dugaan tindakan kekerasan.

    “Saya sedang berbaring, lalu ada barang datang dan saya ingin membantu membongkar. Tetapi dia marah-marah dan mendekati saya. Setelah itu kepalanya dibenturkan ke kepala saya sampai dua kali,” ujar Nana usai menjalani pemeriksaan di Polsek Tulangan, Sabtu malam.

    Korban mengaku hingga kini masih merasakan dampak dari kejadian tersebut. Selain rasa pusing dan nyeri berdenyut di kepala, ia juga mengalami memar akibat benturan yang terjadi.

    Tidak hanya itu, menurut korban, situasi semakin menegangkan ketika terduga pelaku disebut membawa sebuah botol sambil melontarkan ancaman.

    “Dia sambil membawa botol sempat berkata akan membutakan mata saya sambil menunjuk ke arah mata. Saya tidak menghubungi siapa-siapa, hanya menghubungi adik kandung saya,” tuturnya.

    Adik korban, Loetfi, mengungkapkan bahwa pihak keluarga mengapresiasi respons cepat yang diberikan jajaran Polsek Tulangan. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Aiptu Yanto, dan penyidik Unit Reskrim, Aipda Martono, yang langsung menindaklanjuti laporan korban.

    “Intinya kakak saya menjadi korban penganiayaan. Kami mengapresiasi langkah awal dari Polsek Tulangan. Visum juga langsung dilakukan atas arahan penyidik. Tetapi harapan kami, kasus ini diproses secara maksimal dan jangan dianggap sebagai persoalan yang tidak fatal,” kata Loetfi.

    Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis bagi korban dan keluarga. Karena itu, ia berharap penanganan hukum dilakukan secara objektif agar dapat memberikan rasa keadilan.

    “Sebagai keluarga korban, kami berharap ada efek jera bagi pelaku. Jangan sampai ada korban lain, dan jangan sampai kejadian seperti yang dialami kakak saya kembali terulang,” ujarnya.

    Keterangan korban turut diperkuat oleh saksi mata bernama Salsa (22) yang berada di lokasi ketika insiden berlangsung. Ia membenarkan adanya tindakan agresif yang dilakukan terduga pelaku.

    “Benturannya keras. Tadi juga sempat membawa botol obat pertanian yang diduga hendak dipukulkan. Memang Mas Patra sering terlihat emosi dan kalau berbicara cenderung kasar,” ungkap Salsa.

    Sementara itu, petugas SPKT Polsek Tulangan, Aiptu Yanto, membenarkan bahwa laporan korban telah diterima dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Setelah laporan dibuat, korban langsung diarahkan menjalani visum di Rumah Sakit Fatimah sebelum dimintai keterangan oleh penyidik.

    “Ya, laporan polisi sudah diterbitkan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatimah untuk visum. Setelah hasil visum keluar, korban menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polsek Tulangan,” jelas Aiptu Yanto.

    Saat ini perkara tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Tulangan. Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan profesional, sehingga mampu memberikan kepastian hukum serta menjadi pembelajaran bahwa setiap tindakan kekerasan harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAhmad Yani Raih Penghargaan Indonesia People’s Choice
    Next Article Posyandu Remaja Aktif, Wujudkan Generasi Z Sehat dan Produktif

    Related Posts

    Kuasa Hukum H. Sudarno Laporkan Dugaan Intimidasi dan Pencemaran Nama Baik ke Polda Kaltim

    4 Juli 2026

    Komnas PA Jatim Beri Kritikan Tajam Terhadap SPPG berhenti.

    11 Juni 2026

    Kondisi Jantung Sering Kambuh, Keluarga Agung Wibowo Minta Penangguhan Putusan Pengadilan

    12 Februari 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba, Wabup Mimik Tekankan Peran Keluarga sebagai Garda Terdepan Melindungi Generasi Muda

    3 Agustus 2026

    Bupati Subandi Pimpin Razia Dua Malam, 1.696 Botol Miras Disita di Sidoarjo

    3 Agustus 2026

    Wabup Mimik Ajak Warga Perkuat Transparansi,Desa Kwangsan Diproyeksikan Jadi Percontohan Desa Anti Korupsi Nasional

    29 Juli 2026

    Bupati Kukar Lantik 43 Pejabat, Resmikan PRAKTIS untuk Perkuat Disiplin ASN

    28 Juli 2026

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.