Sidoarjo – Pemerintah Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, bersama Puskesmas setempat menggelar kegiatan Posyandu Remaja di Balai Desa dan di balai pertemuan.Kegiatan yang diikuti 60 remaja tingkat SD hingga SMP dan SMA ini menjadi upaya pembinaan kesehatan generasi muda melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, kesehatan reproduksi, serta layanan konseling.
Kegiatan diawali pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, serta tekanan darah. Setelah itu, para peserta mengikuti senam bersama dan penyuluhan bertema “Remaja Cegah Anemia.”
Selain itu, peserta juga mendapatkan layanan konseling privat bersama bidan desa terkait perubahan fisik maupun mental pada masa pubertas.
Kepala Desa Gempolsari, M. Yasin, saat dikonfirmasi Senin (15/6/2026) mengatakan bahwa pemerintah desa sangat mendukung keberadaan Posyandu Remaja sebagai wadah pembinaan kesehatan bagi generasi muda.
“Selama ini posyandu identik dengan balita dan lansia, padahal remaja juga merupakan fase yang rawan. Kalau anak-anak kita sehat, gizinya baik, dan tidak anemia, insyaallah ke depan mereka akan menjadi generasi yang siap bekerja dan membangun desa,” terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa siap mengalokasikan anggaran untuk kegiatan rutin setiap bulan agar para remaja memiliki ruang aman untuk berkonsultasi dan memeriksakan kesehatannya.
“Anggaran desa siap kami alokasikan untuk kegiatan rutin tiap bulan, agar adik-adik punya tempat curhat dan cek kesehatan yang aman,” tambahnya.
Senada dengan itu, Bidan Desa, Sri Utami, menjelaskan bahwa fokus utama Posyandu Remaja kali ini ada pada tiga hal, yakni pemeriksaan anemia, edukasi gizi seimbang, dan edukasi kesehatan reproduksi.
“Fokus kami hari ini ada tiga, yaitu cek anemia, edukasi gizi seimbang, dan edukasi kesehatan reproduksi yang benar. Banyak remaja putri datang dengan kadar HB rendah karena telat sarapan atau pola diet yang salah,” ujarnya.
Menurutnya, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) satu kali dalam seminggu sangat penting, khususnya bagi remaja putri, untuk mencegah anemia.
“Tujuan kami bukan menggurui, tetapi menjadi teman diskusi. Remaja boleh bertanya apa saja, mulai dari jerawat hingga stres sekolah. Harapannya setelah kegiatan ini mereka lebih memahami cara menjaga kesehatan fisik maupun mental,” pungkasnya.
Untuk diketahui,Posyandu Remaja adalah wadah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikhususkan bagi remaja usia 10–18 tahun atau hingga 24 tahun (belum menikah).
Tujuannya untuk memantau kesehatan remaja, mencegah anemia, memberikan edukasi gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta membentuk generasi muda yang sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan.
