Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert9 Juni 20230

    Maju Mundur Proses Peralihan Participating Interest Shell ke Pertamina di Blok Masela

    Akuisisi. 35% dan angkanya gak segitu (US$ 1 miliar). Jauh di bawah (US$ 1 miliar)
    shell di blok masela
    (REUTERS/Toby Melville)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa proses transfer kepemilikan Participating Interest (PI) Shell ke Pertamina sebesar 35% di Blok Masela hampir selesai.

    Meskipun begitu, pengambilalihan PI di Blok Masela tetap akan dilakukan melalui skema akuisisi atau transaksi bisnis antara perusahaan. Sebelumnya, ada opsi bagi pemerintah untuk mengakhiri kontrak Shell di Blok Masela jika perusahaan tersebut mengalami kesulitan dalam proses pelepasan PI ini.

    Terlebih, di dalam rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) disebutkan bahwa bila lima tahun sejak PoD ditandatangani pada 2019 lalu Blok Masela tidak ada progres signifikan, maka blok gas jumbo ini bisa dikembalikan kepada negara.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski demikian, menurut Arifin, negosiasi harga antara Pertamina dan Shell untuk pelepasan PI 35% di Blok Masela sudah hampir mengerucut. Bahkan, harga yang ditawarkan Shell sudah jauh di bawah US$ 1 miliar, tidak seperti yang ditawarkan sebelumnya.

    “Akuisisi. 35% dan angkanya gak segitu (US$ 1 miliar). Jauh di bawah (US$ 1 miliar),” kata Arifin saat ditanya apakah benar biaya akuisisi sampai US$ 1 miliar, ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (9/6/2023).

    Setelah kedua belah pihak mencapai kata sepakat, maka langkah selanjutnya yakni revisi rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD). Mengingat, dalam revisi PoD ini, Inpex selaku operator akan memasukkan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menyarankan agar Shell dapat segera menyetujui harga yang ditawarkan calon penggantinya untuk akuisisi 35% PI Blok Masela. Pasalnya, apabila proses negosiasi berbelit-belit pemerintah dapat menterminasikan kontrak kerja sama di blok jumbo tersebut.

    Djoko menilai Shell akan menanggung rugi apabila pemerintah melakukan terminasi kontrak kerja sama di Blok Masela. Pasalnya, ketika opsi terminasi dilakukan, pemerintah bisa mengambil alih pengelolaan Blok Masela tanpa mengeluarkan uang ganti rugi.

    “Nanti kalau pemerintah terminasi ini blok terserah pemerintah mau 100% dikasih Pertamina atau dilelang atau dikasih Inpex dan Pertamina dikerjasamakan dengan Inpex nah BUMD secara regulasi dapat 10% harus lakukan ini,” kata Djoko dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa (30/5/2023).

    Djoko membeberkan Shell awalnya membeli 35% PI di Blok Masela senilai US$ 700 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun. Karena itu, seharusnya perusahaan asal Belanda tersebut juga tidak mematok harga yang lebih tinggi dari waktu mereka membelinya.

    “Menurut saya ketika Shell masuk ke Masela 35% dengan harga yang pernah saya baca laporannya adalah US$ 700 juta. Itu harusnya maksimal harga yang ditawarkan karena Shell gak rugi juga. Memang suatu resiko sejak dia dapat 35% itu berapa biaya yang dikeluarkan,” kata Djoko.

    Namun, berdasarkan info yang dia dapatkan, Shell berencana menjual 35% PI Blok Masela ke Pertamina sebesar US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 20,95 triliun. Angka tersebut melonjak dua kali lipat dari harga awal yang didapatkan Shell ketika menghimpit 35% PI Blok Masela

    “Jadi kalau WK sudah dikembalikan ke pemerintah, pemerintah bisa menugaskan Pertamina tanpa membeli 35% yang kabarnya US$ 1,4 miliar. Tanpa keluarkan itu Pertamina bisa, saya berikan contoh Natuna D Alpha kita berikan ke Pertamina,” kata dia.

    Blok Masela esdm Inpex Pertamina Shell
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAncaman Produk Murah China Terhadap Industri dalam Negeri
    Next Article Pejabat Negara Goda PKS Keluar Koalisi, Gagalkan Anies Jadi Calon Presiden

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.