Samarinda – Seperti membuka pintu harapan tanpa kunci rumit, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar program layanan kesehatan gratis bagi seluruh warganya yang cukup menunjukkan KTP Kaltim. Inisiatif ini digagas untuk memangkas hambatan administrasi yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Anggota DPRD Kaltim, Subandi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan lompatan besar dalam pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tahun ini mencapai Rp20 triliun.
“Kalau warga Kaltim sakit dan datang ke rumah sakit, cukup tunjukkan KTP, wajib diterima,” ungkap Subandi, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat diwawacarai di ruang kerjanya, Jumat (25/4/2025) lalu.
Menurut Subandi, keberadaan program ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui layanan dasar yang lebih terjangkau. Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi besar Gubernur Kaltim dalam mempercepat pemutusan rantai kemiskinan melalui perbaikan akses kesehatan.
“Ini program luar biasa. Akses kesehatan makin mudah, SDM Kaltim pun makin sehat dan kuat,” tambahnya.
Selain meningkatkan pelayanan, program ini juga dinilai strategis untuk memperkuat daya saing Kaltim di masa depan. Dengan kesehatan yang lebih baik, kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan berimbas pada pertumbuhan sektor lain seperti pendidikan dan ekonomi.
PKS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya program ini agar benar-benar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Subandi berharap semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif, bersinergi dalam menjaga keberlangsungan program ini.
Salah satu rumah sakit yang telah siap menjalankan kebijakan ini adalah RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) di Samarinda. Dengan menunjukkan KTP domisili Kaltim, warga bisa langsung mendapatkan pelayanan medis tanpa birokrasi berbelit, sebuah langkah yang dianggap revolusioner dalam pelayanan publik di daerah tersebut.
Dengan hadirnya program ini, Pemprov Kaltim optimistis dapat mencetak lompatan besar dalam memperbaiki kesejahteraan warga serta memperkokoh fondasi pembangunan daerah di masa mendatang. (ADV)
