Kukar – Di balik prosesi pelantikan yang khidmat, tersimpan pesan tegas tentang pembaruan birokrasi dan akselerasi kinerja pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melaksanakan pelantikan tahap II bagi pejabat tinggi pratama, administrator, pejabat pengawas, serta pejabat fungsional di lingkungan pemerintah daerah, Sabtu (6/2/2026).

Sebanyak 124 pejabat resmi dilantik langsung oleh di . Pelantikan ini menjadi bagian dari strategi penataan aparatur sipil negara guna memperkuat efektivitas pelayanan publik dan mendukung agenda pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kukar , Ketua DPRD Kukar , Sekretaris Daerah , jajaran pejabat struktural, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya pelantikan sebagai momentum strategis dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dan lumrah dalam sistem pemerintahan modern. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari peremajaan birokrasi sekaligus penguatan kinerja perangkat daerah agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal.

“Rotasi jabatan ini diharapkan menghadirkan semangat baru. Dengan energi kerja yang lebih terisi, kinerja aparatur juga harus semakin meningkat,” ujar Aulia Rahman Basri dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia menekankan bahwa visi besar “Kukar Idaman Terbaik” periode 2025–2030 membutuhkan aparatur yang adaptif, responsif, dan inovatif. Terlalu lama berada dalam satu posisi, menurutnya, berpotensi menciptakan zona nyaman yang dapat menurunkan daya dorong kreativitas serta keberanian berinovasi dalam melayani masyarakat.

Aulia juga menilai bahwa suasana dan lingkungan kerja yang baru dapat membuka ruang berpikir yang lebih luas. Dengan tantangan dan tanggung jawab berbeda, aparatur diharapkan mampu menghadirkan terobosan-terobosan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Kukar.

Selain itu, Bupati Kukar mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah jabatan strategis yang belum terisi. Pemerintah daerah, kata dia, tengah melakukan proses pemetaan jabatan dan kompetensi aparatur sebagai dasar pengisian posisi yang kosong tersebut. Dalam waktu dekat, panitia seleksi akan dibentuk untuk melaksanakan mekanisme seleksi terbuka.

“Manajemen talenta sudah berjalan, namun belum sepenuhnya utuh. Karena itu, seleksi terbuka tetap harus dilaksanakan,” kata Aulia Rahman Basri. Ia menargetkan proses seleksi jabatan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan agar tidak menghambat jalannya roda pemerintahan.

Pelantikan tahap II ini menjadi sinyal keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam membangun birokrasi yang profesional, dinamis, dan berorientasi hasil. Dengan susunan pejabat baru dan proses pengisian jabatan yang transparan, Pemkab Kukar berharap kinerja pemerintahan semakin solid dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version