Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Ekonomi dexpert27 Mei 20230

    Gelombang PHK Ribuan Buruh Pabrik Sepatu Adidas di Tangerang

    Ada perbedaan nasib antara industri di kawasan penyangga dan daerah baru
    ilustrasi pabrik sepatu
    Ilustrasi pabrik sepatu. (AP/Andy Wong)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Tangerang – Ada banyak buruh pabrik sepatu dari merek-merek terkenal seperti Adidas Cs. yang di-PHK, jumlahnya mencapai ribuan hingga puluhan ribu. Banyak karyawan terdampak oleh pemutusan hubungan kerja ini, terutama mereka yang bekerja di sekitar wilayah Jakarta seperti Tangerang.

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menyebut ada perbedaan nasib antara industri di kawasan penyangga dan daerah baru. Jika pabrik di kawasan penyangga kesulitan menanggung biaya gaji yang mengikuti upah minimum yang tinggi, maka pabrik di kawasan industri baru bisa lebih berkembang karena upah minimum cenderung kecil.

    “Kalau Jateng tumbuh industri barunya seperti di Kendal, Brebes, Jepara. Ada rotasi produsen sepatu, tapi yang tergerus di Banten dan Tangerang seperti yang besar Niko Mas beberapa waktu lalu PHK, Chingluh ribuan di Tangerang, kemarin Panarub jadi belum terlalu baik, khususnya Banten, Tangerang, Jabar,” katanya kepada CNBC Indonesia, Sabtu (27/5/2023).

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Baru-baru ini, pabrik sepatu Panarub yang merupakan produsen dari sepatu Adidas melakukan PHK terhadap ribuan pegawainya. Jika dikalkulasikan dengan pabrik lain sejak awal pandemi Covid-19, maka jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu. Pabrik-pabrik yang melakukan ekspor umumnya dari perusahaan besar.

    “Orientasi ekspor adalah pabrik yang besar untuk ekspor, pasarnya tergantung permintaan luar negeri dan itu terpengaruh ekonomi global. Lalu ada industri kecil menengah mayoritas untuk pasar lokal, tapi gak sedikit teman-teman IKM mampu melakukan ekspor,” sebut Ristadi.

    Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di industri alas kaki dan tekstil masih berlanjut. Belum lama ini, kabar PHK massal datang dari produsen sepatu Adidas yakni PT Panarub Industry di Tangerang, Banten. Sebanyak 1.400 karyawan dikabarkan terkena PHK.

    Kabar PHK tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Utama PT Panarub Industry Budiarto Tjandra. Dia mengatakan, kondisi yang terjadi saat ini disebabkan oleh situasi global yang masih kurang baik, sehingga menyebabkan permintaan terhadap alas kaki buatan Indonesia menjadi berkurang.

    “Jadi kalau untuk situasi global saat ini masih kurang baik, kurang bagus untuk industri alas kaki. Karena kan industri alas kaki kita itu mayoritas ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Jadi kita tahu kondisi ekonomi di AS dan Eropa juga belum pulih. Jadi terdampak dari sana,” ungkap Budiarto kepada CNBC Indonesia.

    Industri Sepatu Pabrik Sepatu Adidas PHK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMisteri Bakal Calon Wakil Presiden bagi Anies Baswedan
    Next Article Mantapkan Sistem Pemilu: Heboh Kicauan Denny Indrayana dan Respons SBY-Mahfud

    Related Posts

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    BRI Krian Salurkan 17 Komputer untuk MI Ar-Rosyad

    19 Mei 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.