Kukar – Keberagaman budaya ibarat mozaik yang menyatukan masyarakat dalam satu bingkai kebangsaan. Semangat itu terlihat dalam pembukaan Interaksi Budaya Nusantara yang berlangsung di kawasan Taman Wisata Gunung Kelapis, Jalan Singa Lawang, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kutai Kartanegara, HM Jamhari, yang menilai pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.

Interaksi Budaya Nusantara diselenggarakan selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juli 2026. Agenda tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya untuk memperkuat persatuan melalui keberagaman tradisi yang hidup di Nusantara, khususnya di Kalimantan. Selain menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarmasyarakat dalam suasana yang harmonis.

Dalam sambutannya, HM Jamhari menyampaikan bahwa Interaksi Budaya Nusantara merupakan representasi kecil dari kekayaan budaya Indonesia yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus terus dijaga agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Interaksi Budaya Nusantara adalah sebuah bentuk kebersamaan yang harus kita pelihara. Nilai-nilai budaya yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan harus terus ditingkatkan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Jamhari.

Ia menilai kemajuan sektor kebudayaan tidak hanya penting untuk menjaga identitas bangsa, tetapi juga memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pengembangan budaya yang dikelola secara baik dinilai mampu melahirkan peluang usaha baru, memperkuat ekonomi kreatif, serta memperkenalkan potensi daerah hingga ke tingkat regional maupun nasional.

Sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara, Jamhari menegaskan kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai inisiatif masyarakat dalam melestarikan budaya daerah. Ia berharap penyelenggaraan Interaksi Budaya Nusantara dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang mendapat dukungan dari pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan.

Selain memberikan perhatian pada pelestarian budaya, Jamhari juga menyoroti besarnya potensi wisata yang dimiliki kawasan Gunung Kelapis. Menurutnya, destinasi yang berada di Kecamatan Loa Kulu tersebut memiliki panorama alam yang menarik dengan lanskap menghadap Sungai Mahakam, sehingga berpeluang berkembang menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kutai Kartanegara.

“Potensi wisata Gunung Kelapis sangat luar biasa. Jika dikelola dengan baik melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Dinas Pariwisata, kawasan ini akan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dampaknya tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan asli desa maupun daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan wisata tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Pada akhir kegiatan, Jamhari berharap upaya pelestarian budaya dapat terus berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata daerah. Menurutnya, perpaduan antara kekayaan budaya dan potensi alam menjadi modal penting dalam membangun Kutai Kartanegara yang inklusif, harmonis, sekaligus mampu mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version