Javasia.idJavasia.id
    Trending

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Kamis, 10 September 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Daerah Dini1 Februari 2026560

    Kirab Bendera 100 Meter dan Reog Ponorogo dan Wayang Kulit Hidupkan Ruwah Desa Suruh

    Pagelaran Reog Ponorogo dan kirab bendera dan gunungan hasil bumi dalam rangkaian Ruwah Desa Suruh sebelum pentas wayang kulit, Minggu (1/2/2026)(Foto: Dini).
    Pagelaran Reog Ponorogo dan kirab bendera dan gunungan hasil bumi dalam rangkaian Ruwah Desa Suruh sebelum pentas wayang kulit, Minggu (1/2/2026)(Foto: Dini).
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Sidoarjo – Nuansa kebudayaan dan semangat kebangsaan menyatu dalam tradisi Ruwah Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (1/2/2026). Tradisi tahunan ini ditandai dengan kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter, pagelaran Reog Ponorogo, serta pentas wayang kulit sebagai wujud uri-uri budaya leluhur.

    Rangkaian Ruwah Desa digelar dalam dua sesi. Pada siang hari, warga mengikuti kirab Reog Ponorogo dari area bundaran desa menuju jalan utama Desa Suruh, dilanjutkan kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas panen. Pada malam harinya, kegiatan ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang disambut antusias masyarakat.

    Kepala Desa Suruh, Suwono, mengatakan Ruwah Desa merupakan tradisi sakral yang sarat makna spiritual dan sosial. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan desa.

    “Ruwah Desa bertujuan mengenang leluhur dan menolak bala, agar desa dijauhkan dari musibah, diberikan rezeki, serta masyarakat dapat hidup guyup dan rukun,” ujarnya.

    Menurut Suwono, pelestarian Reog dan wayang kulit dalam Ruwah Desa merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

    “Ini adalah uri-uri budaya leluhur yang harus dijaga. Tradisi ini penting agar generasi muda mengenal dan mencintai kesenian Reog dan wayang yang menjadi identitas budaya kita,” tegasnya.

    Ia menambahkan, Ruwah Desa tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata pelestarian kearifan lokal yang memperkuat jati diri desa.

    “Ini warisan budaya leluhur. Kebetulan saya juga memiliki darah Ponorogo, sehingga Reog Ponorogo memiliki nilai tersendiri bagi kami,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekretaris Desa Suruh, Rohim, berharap kegiatan Ruwah Desa dapat semakin mempererat persatuan dan keguyuban warga. Ia menilai tradisi ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus media edukasi budaya bagi masyarakat.
    “Selain melestarikan budaya Nusantara, khususnya Reog Ponorogo, kegiatan ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat Desa Suruh dan sekitarnya,” katanya.

    Rohim menambahkan, kirab bendera Merah Putih sepanjang 100 meter menjadi simbol semangat nasionalisme yang tumbuh dari desa.

    Antusiasme warga terlihat jelas, salah satunya Zulaikah (53), warga RT 8 RW 2 Dusun Plumpon, yang turut membawa bendera panjang dalam kirab tersebut. Ia mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam tradisi Ruwah Desa.

    “Senang sekali bisa ikut. Kegiatan ini menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus melestarikan budaya leluhur,” ungkapnya.

    Melalui Ruwah Desa, Pemerintah Desa Suruh berharap nilai kebersamaan, patriotisme, dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.Dini

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKejar Pemerataan Air Bersih, Delta Tirta Sidoarjo , Sampaiakan Lewat Gathering Bersama Media
    Next Article Komisi I DPRD Kukar Kawal Aspirasi Buruh Terkait Dugaan Pelanggaran Outsourcing di Sektor Migas

    Related Posts

    Tak Sekadar Layangan, Ada Tradisi yang Terbang di Langit Tenggarong

    27 Agustus 2026

    Bupati Kukar Siagakan Pos Terpadu Hadapi Karhutla

    26 Agustus 2026

    Ratusan Pejabat Sidoarjo Dilantik, Subandi Beri Pesan Tegas

    26 Agustus 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Rumah Aspirasi Fasilitasi Kolaborasi PKS Kaltim dan Relawan Gerbang Mulawarman Fire Figh Hadapi Karhutla

    9 September 2026

    Fraksi PKS Kaltim Surati Pimpinan DPRD soal BBM dan Pemadaman Listrik PLN

    7 September 2026

    Ruang Fiskal Terbatas, Pemkab Kukar Siapkan Rasionalisasi APBD 2026

    7 September 2026

    Maulid Nabi di Jembayan, Jamhari Serukan Keteladanan

    7 September 2026

    Bupati Subandi Serahkan Kursi Roda kepada Tiga Warga Wonoayu, Dorong Mereka Kembali Beraktivitas

    7 September 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.