Sangatta – Sejak tahun 2021, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami perkembangan signifikan dalam pemerataan listrik di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman. Program elektrifikasi yang digagasnya tidak hanya membawa terang, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat pedesaan yang selama ini hidup dalam kegelapan. PT PLN, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas kelistrikan, menjadi mitra utama dalam proyek ambisius ini.

Dengan latar belakang wilayah yang luas dan tantangan geografis yang kompleks, menyediakan listrik ke setiap sudut Kutim bukanlah tugas yang mudah. Namun, Bupati Ardiansyah berhasil merumuskan kebijakan strategis untuk mencapai target ambisius ini. Peningkatan ini tak lepas dari langkah-langkah strategis yang diambilnya dalam program elektrifikasi yang mencakup penyediaan listrik untuk desa terpencil, peningkatan infrastruktur listrik, pengembangan energi terbarukan, dan keterjangkauan harga listrik.

Program ini fokus pada menjangkau desa-desa yang belum terhubung dengan jaringan listrik utama, memberikan prioritas kepada wilayah yang paling membutuhkan. Bersinergi dengan PT PLN, program ini memastikan jaringan listrik yang lebih stabil dan merata di seluruh Kutim.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras, memastikan seluruh masyarakat Kutim mendapatkan akses listrik yang layak. Ini bukan hanya soal penerangan, tapi juga soal meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

Optimisme dan harapan tumbuh seiring dengan meningkatnya akses listrik di Kutim, menunjukkan bahwa mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bukanlah hal yang mustahil. Di bawah kepemimpinan yang visioner, Kutai Timur sedang menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kutim, Arif Nur Wahyuni, menjelaskan bahwa sejak program ini dimulai, sasaran utamanya adalah desa-desa terpencil yang sulit dijangkau. Hingga tahun 2023, dari total 139 desa dan 2 kelurahan di Kutim, hanya 33 desa yang masih belum menikmati aliran listrik PLN. Berdasarkan data terbaru, 104 desa kini telah teraliri listrik PLN 24 jam, 1 desa mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan 7 desa lainnya menggunakan Solar Cell Komunal.

“Kelistrikan desa di Kutim saat ini mencapai 76,60 persen yang teraliri listrik PLN, PLTMH, dan Solar Cell Komunal. Sedangkan 23,40 persen sisanya belum teraliri listrik PLN, PLTMH, maupun Solar Cell Komunal,” jelas Arif Nur Wahyuni.

Melalui kolaborasi erat dengan PT PLN, jaringan listrik di Kutim kini lebih stabil dan merata. Program ini memberikan prioritas kepada wilayah yang paling membutuhkan, memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam kegelapan.

Perubahan ini bukan hanya berarti penerangan rumah di malam hari, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan potensi ekonomi baru. Langkah-langkah Bupati Ardiansyah dalam memacu kemajuan elektrifikasi di Kutim menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang visioner dapat membawa perubahan besar dan positif bagi daerah yang dipimpinnya.

Dengan optimisme yang terus meningkat, masyarakat Kutai Timur kini menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. Bupati Ardiansyah Sulaiman telah menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinannya, mimpi untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata dapat menjadi kenyataan.

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version