Sangatta – Di tengah upaya membangun kemandirian pangan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur merancang program ambisius untuk mencetak lahan sawah baru seluas 1.151 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Usulan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kutim serius memperkuat fondasi pertanian lokal dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.

Diusulkan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kutim, wilayah Bengalon menjadi yang terbesar dengan luas 571 hektare, disusul Long Mesangat 217 hektare, Sandaran 152 hektare, Busang 121 hektare, dan Telen 90 hektare. Rencana ini telah disusun berdasarkan analisis potensi lahan serta kesiapan wilayah yang dinilai strategis untuk pertanian.

“Usulan ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan swasembada pangan di Kutim, serta menjawab kebutuhan masyarakat petani terhadap lahan produktif,” ungkap Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).

Dessy menjelaskan bahwa Kutim masih memiliki banyak lahan potensial, khususnya di daerah pedalaman dan pesisir, yang belum tergarap optimal. Oleh karena itu, pencetakan sawah menjadi program prioritas guna meningkatkan produktivitas dan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras.

Selain berdampak pada ketahanan pangan, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Rencana ini telah melalui koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan konflik lahan maupun dampak lingkungan.

“Penting bagi kita tidak hanya mengusulkan, tapi juga memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan tidak merusak lingkungan sekitar,” tegas Dessy, sembari menekankan pentingnya pendekatan yang memperhatikan aspek ekologi dan sosial dalam setiap pengembangan sawah.

Sebagai daerah yang menggantungkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi, Kutim juga tengah menyiapkan pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani yang akan mengelola lahan baru. Hal ini menjadi bagian dari strategi modernisasi pertanian yang berkelanjutan.

Dengan rencana yang telah diajukan, DTPHP Kutim berharap dukungan penuh dari pemerintah provinsi maupun pusat dalam bentuk alokasi anggaran dan bantuan teknis agar target perluasan sawah ini dapat terwujud pada 2025.

Inisiatif ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah serta meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal secara signifikan. (ADV).

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version