Jakarta – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin membuka babak baru dalam dunia pendidikan. Menjawab tantangan transformasi tersebut, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah The 12th Southeast Asia Design Research (SEA-DR) International Conference 2026 yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.
Konferensi internasional yang berlangsung pada 28–29 September 2026 itu diselenggarakan Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ. Sebanyak 135 peserta dari sembilan negara mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian pendidikan, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Kesembilan negara yang terlibat meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Australia, Austria, Jerman, Belanda, Singapura, dan Malaysia. Kehadiran peserta internasional tersebut memperlihatkan semakin luasnya perhatian kalangan akademisi terhadap pengembangan sistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Penyelenggaraan SEA-DR 2026 merupakan hasil kolaborasi UNJ dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Kerja sama ketiga perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring penelitian sekaligus meningkatkan kontribusi institusi pendidikan Indonesia dalam forum akademik internasional.
Mengusung tema “Design-Based Research for Transforming Sustainable STEM Education in the Era of Artificial Intelligence”, konferensi ini menitikberatkan pembahasan pada transformasi pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui pendekatan penelitian berbasis desain.
Tema tersebut menegaskan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi modern, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan, efektivitas, serta kebutuhan kompetensi peserta didik pada masa mendatang.
Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian utama adalah Design-Based Research (DBR). Metodologi ini menempatkan proses perancangan, penerapan, pengujian, dan evaluasi sebagai bagian penting dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata.
Melalui pendekatan tersebut, peneliti dapat mengembangkan metode pembelajaran berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lingkungan pendidikan. Hasil penelitian kemudian digunakan untuk menyempurnakan rancangan pembelajaran agar semakin sesuai dengan kebutuhan guru maupun peserta didik.
Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, penerapan DBR dinilai memiliki relevansi karena memungkinkan pengembangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan karakteristik peserta didik.
Berbagai persoalan strategis turut menjadi perhatian peserta konferensi. Pembahasan mencakup integrasi AI dalam kegiatan belajar mengajar, pengembangan instrumen penilaian pendidikan, hingga perancangan metode pembelajaran yang mendukung penguasaan keterampilan abad ke-21.
Forum internasional tersebut juga menghadirkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Utrecht University, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Negeri Jakarta.
Keterlibatan para pakar pendidikan dari berbagai institusi memberikan ruang pertukaran pengalaman mengenai penerapan penelitian berbasis desain dalam sistem pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda.
Selain memperkaya perspektif akademik, pertemuan tersebut membuka peluang pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kolaborasi ilmiah lintas negara.
Tidak hanya berfokus pada pemaparan hasil penelitian, panitia juga menyelenggarakan sejumlah lokakarya atau workshop untuk meningkatkan kapasitas akademik peserta.
Materi pelatihan meliputi metodologi penelitian berbasis desain, strategi penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi, serta teknik penyusunan proposal penelitian pada jenjang doktoral.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk memperdalam pemahaman mengenai proses penelitian ilmiah, mulai dari penyusunan rancangan hingga pengembangan hasil penelitian menjadi publikasi akademik.
Pada hari kedua, Selasa (29/9/2026), pembahasan konferensi diarahkan pada penerapan pendekatan deep learning dalam pendidikan serta pengembangan sistem asesmen matematika yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Diskusi mengenai asesmen berbasis AI menjadi salah satu bagian penting karena teknologi tersebut menawarkan peluang pengembangan instrumen evaluasi yang lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan kebutuhan pembelajaran.
Meski demikian, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan tetap membutuhkan rancangan metodologis yang tepat agar teknologi dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif.
Rangkaian SEA-DR 2026 juga menghadirkan pameran poster ilmiah yang menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan hasil penelitian, pendekatan metodologis, serta inovasi pendidikan yang telah dikembangkan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan berdiskusi secara langsung dengan peneliti lainnya, menerima masukan akademik, sekaligus menjajaki kemungkinan kolaborasi penelitian lanjutan.
Selain pameran poster, konferensi dilengkapi dengan sesi presentasi paralel yang diselenggarakan di sejumlah ruang kelas berdasarkan kelompok bidang kajian.
Dalam sesi ini, peserta memaparkan berbagai rancangan dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan modul pembelajaran STEM, integrasi teknologi AI, serta inovasi sistem penilaian dalam pendidikan matematika.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi. Pertukaran pandangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya pengembangan metode pendidikan berbasis penelitian.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi akademik para narasumber, panitia menyerahkan plakat dan cenderamata kepada pemateri internasional yang telah berpartisipasi dalam kegiatan.
Penyelenggaraan konferensi ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas penelitian pendidikan, produktivitas publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi UNJ, UHAMKA, UIII, dan berbagai perguruan tinggi mancanegara juga menjadi peluang untuk memperluas kerja sama akademik, khususnya dalam penelitian pendidikan matematika dan pengembangan pembelajaran STEM.
Lebih jauh, konferensi tersebut memperlihatkan peran perguruan tinggi Indonesia dalam mempertemukan gagasan akademik internasional dan mendorong pengembangan pendidikan yang responsif terhadap perubahan teknologi.
Setelah berlangsung selama dua hari, The 12th SEA-DR International Conference 2026 resmi berakhir dengan sesi foto bersama yang melibatkan pimpinan, pembicara, peserta, dan panitia penyelenggara.
Melalui penyelenggaraan forum internasional ini, FMIPA UNJ diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berkontribusi terhadap kemajuan penelitian pendidikan. Konferensi SEA-DR 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif, berkelanjutan, dan siap menghadapi perkembangan era kecerdasan buatan.
