Sidoarjo – Balai Desa Gelam dipenuhi oleh semangat religius dan kebersamaan saat ratusan jamaah perempuan dari kelompok Al-Hidayah PKK Kecamatan Candi berkumpul dalam pengajian rutin, Sabtu siang (10/5/2025). Kegiatan yang digelar setiap Sabtu kedua tiap bulan ini menjadi wadah spiritual sekaligus sosial bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Gelam ini berlangsung khidmat, dihadiri jamaah dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Candi. Kepala Desa Gelam, Muslich, menegaskan pentingnya pengajian sebagai sarana memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan.
“Pengajian ini kami gelar bergiliran di 24 desa se-Kecamatan Candi. Selain meningkatkan keimanan, tujuannya agar masyarakat tidak mudah diadu domba, tetap menjaga persatuan dalam bingkai NKRI,” ujarnya kepada javasia.id.
Ia juga mengingatkan agar Nahdlatul Ulama (NU) tetap konsisten dalam perannya, tidak terpengaruh oleh kepentingan politik praktis. “NU jangan berubah, jangan mudah disusupi Parpol. Kita ingat sejarah, NU pernah berjuang bersama TNI dan para kyai,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Muslich turut menyoroti kehadiran para pedagang di sekitar lokasi acara. Ia berharap kegiatan pengajian juga memberi dampak ekonomi bagi warga. “Kalau nanti terbentuk KMP (Koperasi Merah Putih), kami dukung penuh. Kita harus fokus pada kesejahteraan masyarakat karena itu bagian dari kekuatan iman,” ucapnya.
Sementara itu, penceramah H. Abd. Kifli dalam tauziahnya menyampaikan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dalam hidup. Ia mengajak jamaah untuk tidak hanya mengeluh saat kesulitan, tetapi juga bersyukur dalam nikmat.
“Allah menguji kita melalui harta, ilmu, dan anak-anak kita. Harta yang berguna, ilmu yang diamalkan, dan anak yang mendoakan orang tua, itu semua jadi bekal akhirat,” katanya.
Sri Purnanik (65), salah satu jamaah yang hadir, mengaku rutin mengikuti pengajian ini. “Selain menambah ilmu agama, pengajian ini membuat kami lebih kompak sebagai warga. Kami ingin Desa Gelam tetap rukun dan religius,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan seperti ini diharapkan terus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta mempererat hubungan antarwarga, menjadikan Desa Gelam semakin solid dalam semangat persatuan dan kesejahteraan.


