Javasia.idJavasia.id
    Trending

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026

    Safari Pendidikan Hukum Muhammadiyah Mojokerto Perkuat Perlindungan Peserta Didik di Sekolah

    20 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Kamis, 23 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    DPRD Kaltim Astri Nurfianti1 Oktober 20234

    Penurunan Produksi Gabah Tantangan DPRD Jelang 2024

    penurunan produksi gabah
    Nidya Listiyono, Ketua Komisi II DPRD Kaltim (.dex)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono mengatakan faktor utama yang mempengaruhi penurunan produksi gabah yakni berkurangnya lahan pertanian serta cuaca buruk.

    Tepat menjelang natal dan tahun baru 2024, DPRD Kaltim berhadap dengan tantangan terkait penurunan produksi gabah hingga 2,15 persen dari tahun 2022 lalu.

    “Faktor utamanya ialah berkurangnya lahan pertanian. Hal itu dari pada dampak dari perubahan iklim El Nino,” ucap Nidya Listiyono saat ditemui di Gedung E DPRD Kaltim, Selasa (31/10/2023).

    Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi padi petani di Kaltim selama tahun 2022 mencapai 239.430 ton Gabah Kering Giling (GKG). GKG mengalami penurunan sebanyak 5.250 ton GKG atau sekitar 2,15 persen. Hal ini jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang mencapai 244.680 ton GKG.

    Politisi Golongan Karya (Golkar) itu mendorong pemerintah untuk memperhatikan ketersediaan stok beras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

    “Saat ini yang perlu perhatian adalah ketersediaan stok beras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

    Lebih lanjut, Nidya mendorong Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk merancang strategi yang efisien guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kaltim.

    Nidya menekankan bahwa langkah-langkah antisipasi harus segera terlaksana secara berkelanjutan, bukan hanya terkait dengan perayaan-perayaan khusus seperti lebaran atau Natal.

    “Keberlanjutan pasokan pangan sepanjang tahun perlu menjadi perhatian utama,” imbuhnya.

    Meskipun Kaltim selama ini sering mendatangkan beras dari luar wilayah ketika stok menipis. Namun katanya fokus utama harus selalu pada produksi beras lokal.

    “Karena selama ini kita bergantung kepada daerah lain. Kenapa kita tidak buat produk beras sendiri saja? Misal beras Kalimantan. Karena secara lahar semisal di Kutai Kartanegara juga itu luas,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKeluhan Petani: Jalan Rusak, DPRD Kaltim Tuntut Perbaikan Secepatnya
    Next Article Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemerintah Utamakan Tenaga Kerja Lokal

    Related Posts

    Firnadi Ikhsan: Fraksi PKS Kaltim Komitmen Dukung Hak Angket

    6 Mei 2026

    Lewat PDD ke-3, Jahidin Dorong Partisipasi Aktif Warga dalam Demokrasi

    10 April 2026

    PDD ke-11, Prof. Jahidin Dorong Masyarakat Melek Hak Sipil di Samarinda

    28 November 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026

    Bupati Kukar Dorong Digitalisasi MPP Hingga Kecamatan dan Desa

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.