Javasia.idJavasia.id
    Trending

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    PKK Tulangan Bahas “Duwik”, Dorong Bijak Kelola Uang

    22 Juli 2026

    Pemkab Sidoarjo Siapkan Wajah Baru Sentra Kuliner Gajah Mada, Konsep Modern untuk Bangkitkan UMKM

    22 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram
    Jumat, 24 Juli 2026
    Facebook Twitter Instagram YouTube RSS
    Javasia.idJavasia.id
    • Sosbud
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Sejarah
    Javasia.idJavasia.id
    Global dexpert15 Mei 20233

    Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan

    Invasi ke Taiwan mungkin akan bergantung pada pengepungan angkatan laut di pulau itu. Hal ini kemudian mendorong perkembangan angkatan laut merupakan sesuatu yang penting bagi Beijing.
    sebuah jet tempur lepas landas dari kapal induk china shandong di atas perairan samudra pasifik selatan prefektur okinawa jepang
    Sebuah jet tempur lepas landas dari kapal induk China Shandong, di atas perairan Samudra Pasifik, selatan prefektur Okinawa, Jepang, dalam selebaran yang dirilis oleh Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang 10 April 2023. (REUTERS/DEFENSE MINISTRY OF JAPAN)
    Bagikan
    Facebook Twitter LinkedIn Email

    Beijing – Kekuatan China terus meningkat seiring berjalannya waktu. Negara yang dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu telah menjadi salah satu kekuatan nuklir global yang paling besar, dan memiliki banyak kapal induk di armada lautnya.

    China saat ini memiliki salah satu angkatan bersenjata terbesar di dunia, dengan sekitar 2 juta personel aktif. Angkatan lautnya juga merupakan yang terbesar di dunia, dengan perkiraan 355 kapal aktif, melebihi jumlah kapal yang dimiliki oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) yang memiliki 296 kapal.

    Perkembangan ini memicu kekhawatiran konflik global, dengan Beijing yang terus menekankan tujuannya untuk merebut Taiwan, sebuah pulau yang diklaimnya terus menerus dan menjadi titik panas rivalitas China dengan negara-negara Barat yang membekingi Taipei.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Invasi ke Taiwan mungkin akan bergantung pada pengepungan angkatan laut di pulau itu. Hal ini kemudian mendorong perkembangan angkatan laut merupakan sesuatu yang penting bagi Beijing.

    Pada 2021, Wakil Laksamana Kay-Achim Schonbach, yang saat itu menjadi komandan angkatan laut Jerman, mengatakan China memperluas angkatan lautnya setara dengan seluruh angkatan laut Prancis setiap empat tahun.

    Strategi ini terbukti dalam industri galangan kapal China. China Shipbuilding Group Corporation menyumbang seperlima dari produksi kapal global dan juga memproduksi kapal untuk angkatan laut China.

    Center for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat bahwa manuver itu menghambat kemampuan negara luar untuk memahami perkembangan militer China.

    “Dengan sedikit transparansi dan perbedaan antara operasi militer dan sipil, tidak mungkin untuk menentukan sejauh mana pesanan kapal asing dapat membantu menurunkan biaya modernisasi angkatan laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China,” catat CSIS dalam laporan yang dilihat The Guardian, Senin, (15/5/2023).

    Angkatan Laut PLA juga menggunakan feri sipil untuk melakukan latihan militer. Ini menghambat kemampuan intelijen AS dan Taiwan untuk mendeteksi aktivitas abnormal.

    Meski begitu, ada juga hambatan-hambatan yang mengganjal niat China untuk merebut Taiwan. Lebih dari 90% populasi Taiwan tinggal di kota-kota dan baik China maupun Taiwan telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan konflik perkotaan yang berlarut-larut.

    Untuk mengatasi hal ini, Institute for the Study of War tahun lalu mencatat bahwa PLA ‘telah meningkatkan studi, pelatihan, dan persiapannya untuk perang perkotaan di masa depan’.

    “Kita dapat mengharapkan upaya tersebut untuk melipatgandakan dan mulai memasukkan pelajaran dari pengalaman Rusia [di Ukraina],” kata Elsa Kania, salah satu penulis laporan tersebut.

    Selain itu, tentaranya hampir tidak memiliki pengalaman tempur. Terakhir kali PLA berperang adalah ketika China menginvasi Vietnam pada tahun 1979. Pada tahun 2017 Xi mengatakan bahwa apa yang “paling” dia pikirkan adalah apakah tentara dapat dimobilisasi saat dibutuhkan.

    Awal bulan ini, pemerintah merevisi undang-undang wajib militernya untuk memungkinkan pensiunan untuk mendaftar ulang. Amandemen baru mencakup ketentuan masa perang khusus, termasuk langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah pasukan dengan cepat.

    Blake Herzinger, mantan perwira intelijen angkatan laut AS yang sekarang menjadi rekan di American Enterprise Institute, mencatat bahwa ‘tidak banyak militer di dunia dengan banyak pengalaman tempur’, selain dari Ukraina dan Rusia.

    “AS telah memerangi dua pemberontakan berdarah selama 20 tahun. Tetapi total korban AS dalam dua perang itu kemungkinan besar akan menjadi korban seminggu dalam konflik atas Taiwan,” tuturnya.

    Tak hanya itu, korupsi dan struktur komando yang kaku masih menjadi penyakit dalam tubuh PLA. Pada tahun 2018, sebuah tajuk rencana di Harian Tentara Pembebasan Rakyat, surat kabar resmi PLA, mengatakan bahwa angkatan bersenjata terinfeksi oleh ‘penyakit perdamaian’, yaitu korupsi.

    “Para pemimpin China sangat menyadari tantangan ini, dan telah berfokus pada peningkatan kualitas pasukan mereka dan menjadi lebih mandiri dalam persenjataan. Tidak ada yang sederhana tentang penyerangan di Taiwan. Namun, jarang, dalam sejarah, angkatan laut atau militer membangun dan memodernisasi begitu cepat tanpa alasan nyata untuk melakukannya.”

    China Militer China Taiwan Xi Jinping
    Share. Facebook Twitter WhatsApp LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRespon Moeldoko dan Menteri Kritik Anies Baswedan Terhadap Subsidi Mobil Listrik
    Next Article Niat Umroh, Haji, dan Talbiyah: Bacaan yang Menginspirasi

    Related Posts

    Paparan Terbaik Scouting 5.0 Boarding Program Pengasuh Pesantren Pramuka Khalifa

    7 Juni 2024

    4 Hidangan Indonesia Bertengger di Jajaran Pameran Internasional

    7 Juni 2024

    Keajaiban di Hutan Kolombia, Empat Anak Selamat 40 Hari Setelah Kecelakaan Pesawat

    11 Juni 2023

    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    DPRD Kukar Dorong Dialog Terbuka Selesaikan Rekrutmen Tenaga Kerja dan Persoalan Lingkungan

    24 Juli 2026

    HUT Ke-48 Perumda Delta Tirta, Bupati Subandi Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Disiplin Kerja

    7 Juli 2026

    Kukar Larang Perdagangan Daging Anjing, Kucing, dan Kera Demi Lindungi Kesehatan Masyarakat

    3 Juli 2026

    HM Jamhari Dorong Budaya dan Wisata Gunung Kelapis

    3 Juli 2026

    Musdes Loa Duri Ulu Susun RKPDes 2027, Prioritaskan Aspirasi Warga

    1 Juli 2026
    Advertisement
    © 2026 Javasia oleh Dexpert, Inc.
    Dikelola PT Javasia Media Utama
    • Redaksi
    • Pedoman
    • Kode Etik
    • Kontak

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.