Samarinda – Di tengah gegap gempita Milad ke-23 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, mengingatkan kembali esensi perjuangan politik yang sejati: melayani rakyat dengan kerja konkret. Dalam acara Halalbihalal dan Tasyakuran Milad yang digelar di Gedung Convention Hall Samarinda pada Sabtu (3/5/2025), Firnadi menegaskan bahwa pelayanan bukan hanya sebatas narasi, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan yang berdampak langsung.
“Menginspirasi kita semua untuk terus melayani, dan itu dibuktikan lewat kerja-kerja kita,” ujar Firnadi kepada wartawan selepas acara.
Ia menyoroti bahwa banyak kader PKS kini menduduki posisi strategis, mulai dari DPRD tingkat kota, kabupaten, hingga provinsi, bahkan menjabat sebagai kepala daerah di Kutai Timur dan Berau. Menurutnya, posisi tersebut menjadi peluang emas untuk menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita punya kesempatan besar untuk menunjukkan kepada masyarakat program-program yang nyata. Memberikan bukti bahwa kita memang hadir untuk terus melayani,” lanjutnya.
Firnadi juga mengingatkan bahwa tema Milad ke-23 PKS tahun ini, Kokoh Melayani, Konsisten Mengabdi, bukan sekadar slogan. Ia mengajak seluruh kader untuk menunjukkan keteguhan dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati, meskipun tidak selalu bersanding dengan masa kampanye atau pemilu.
“Ini menginspirasi kita semua sebagai kader dan simpatisan, untuk selalu bekerja dengan kokoh dan kuat. Bukan hanya slogan, tapi dibuktikan dengan kerja besar kita yang memberikan dampak bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, yang menyebut kunjungannya ke Kalimantan Timur sebagai satu-satunya agenda Milad dan Halalbihalal yang ia hadiri secara langsung di seluruh Indonesia. Kehadiran Syaikhu menjadi bukti bahwa PKS memandang Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis yang patut mendapatkan perhatian khusus.
“Kaltim satu-satunya DPW yang saya hadiri dalam pelaksanaan halalbihalal maupun milad PKS,” kata Syaikhu dari atas panggung.
Dalam pidatonya, Syaikhu menyampaikan filosofi empat nilai dari ketupat sebagai panduan moral bagi kader: saling memaafkan, menutupi kekurangan (melabur), melebur perbedaan, dan berbagi kebaikan (luberan). Nilai-nilai ini, menurutnya, akan memperkuat kesatuan dan semangat pengabdian PKS di tengah masyarakat yang kian plural.
Syaikhu juga menyatakan dukungannya terhadap program-program pemerintah yang pro-rakyat, termasuk koperasi Merah Putih. Ia menekankan bahwa komunikasi politik harus dibarengi dengan kontribusi nyata di tengah kehidupan masyarakat.
“PKS harus tetap hadir membawa manfaat dan menjadi solusi bagi rakyat,” ujarnya.
Dalam momen yang penuh makna tersebut, Presiden PKS juga mengajak seluruh kader untuk tak melupakan perjuangan rakyat Palestina. Solidaritas kemanusiaan, menurutnya, harus tetap menjadi bagian dari perjuangan politik PKS.
“Kita tidak boleh lupa saudara-saudara kita di Palestina. Solidaritas harus terus dinyalakan,” pesan Syaikhu, yang disambut takbir dari ribuan kader.
Rangkaian acara Milad semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize menarik, termasuk enam paket umrah gratis sebagai bentuk penghargaan kepada kader-kader aktif dan berdedikasi. Momentum ini juga menjadi ajang konsolidasi politik bagi PKS Kalimantan Timur untuk memperkuat barisan menuju Pemilu 2029.
Dengan semangat kokoh dan konsisten yang digaungkan sejak awal, PKS Kalimantan Timur bertekad menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bukti nyata dari perjuangan politik yang berintegritas.


