Sidoarjo – Di tengah tantangan stunting yang masih menjadi momok nasional, Posyandu Center of Excellence (COE) di Desa Ketapang tampil sebagai titik terang upaya pencegahan sejak dini. Dijalankan dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif, kegiatan yang digelar di Califor Ketapang, Kecamatan Tanggulangin pada Rabu (9/8/2025) itu menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan terpadu bagi semua kalangan usia.
Kegiatan Posyandu ini tidak hanya menyasar balita dan ibu hamil, namun juga remaja, dewasa, hingga lansia. Pemeriksaan rutin seperti asam urat, gula darah, dan kolesterol dilakukan secara gratis, disertai dengan edukasi gizi, konseling tumbuh kembang anak, serta pemberian obat dan makanan tambahan.
“Fokus utama kami adalah memastikan setiap ibu dan balita mendapat perhatian medis yang optimal untuk mencegah stunting, gizi buruk, dan masalah kesehatan lainnya,” kata Ketua PKK Desa Ketapang, Dwi Koswinarsih, pada Rabu (20/8/2025).
Menurut Dwi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah desa, petugas kesehatan, dan kader posyandu. Pelayanan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas (LILA), distribusi vitamin A, dan tekanan darah, menjadi bagian dari protokol standar yang dijalankan.
Namun, ia mengakui masih ada tantangan yang perlu dihadapi. “Banyak yang menganggap posyandu hanya untuk anak sakit. Padahal kunjungan rutin penting untuk memantau tumbuh kembang,” ungkapnya.
Meski demikian, antusiasme warga tetap tinggi berkat berbagai layanan gratis dan menu makanan tambahan yang variatif. Dwi menegaskan bahwa dukungan dana desa serta peran aktif kader dan petugas kesehatan menjadi penguat utama keberlangsungan program ini.
“Keberhasilan posyandu tidak hanya dilihat dari jumlah kehadiran, tetapi dari penurunan angka stunting. Alhamdulillah, Desa Ketapang selama ini zero stunting,” imbuh Dwi, menyebut data menunjukkan pertumbuhan balita yang optimal dan pola hidup sehat masyarakat yang mulai membudaya.
Penjabat Kepala Desa Ketapang, Widia Helita, juga menggarisbawahi pentingnya perubahan perilaku masyarakat sebagai indikator sukses program ini.
“Jika semakin banyak ibu datang rutin tanpa dijemput, aktif bertanya dan berdiskusi soal kesehatan anak, berarti program ini membentuk kebiasaan sehat,” jelasnya.
Ia berharap Posyandu COE dapat terus berperan sebagai pusat informasi kesehatan dan rujukan utama bagi warga.
“Kami ingin generasi Ketapang tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh. Posyandu bukan sekadar tempat menimbang, melainkan mitra terpercaya dalam menjaga tumbuh kembang anak,” pungkas Widia.
Dengan pendekatan yang menyeluruh dan partisipatif, Posyandu COE Desa Ketapang membuktikan diri sebagai garda depan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
